Piala Soeratin: Langkah Persib Terhenti di Semifinal

Maung Ngora

Rabu, 30 Oktober 2019 | 13:25 WIB

191030132717-piala.jpg

Sutanto

Dua pemain Persib memperlihatkan kekecewaannya usai kalah dari Blitar Bandung United lewat adu penalti 5-6 (2-2) pada babak semifinal Kompetisi Piala Soeratin U-17 Jawa Barat di Lapangan Lodaya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).


LANGKAH Persib Bandung di Kompetisi Piala Soeratin U-17 Jawa Barat terhenti. Pada babak semifinal yang berlangsung di Lapangan Lodaya, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019), Persib dikalahkan oleh saudaranya, Blitar Bandung United (BBU) lewat adu penalti 5-6 (2-2).

Pertandingan antara dua tim yang merupakan bentukan Diklat Persib berlangsung seru sejak kick off. Persib langsung menyerang tetapi lini bertahan mampu tampil solid bahkan kerap menyulitkan Maung Ngora dengan skema serangan balik.

Menit enam, Persib mendapat peluang melalui aksi Adnan Nurdiansyah. Sudah melewati penjaga gawang, tetapi sepakannya masih mampu dihalau bek BBU, Dirgantara Muhammad.

Lima menit kemudian, malah BBU yang berhasil mengungguli Persib. Penyerangnya, Putra Nugraha berhasil mencetak gol untuk membawa BBU unggul sementara 1-0. Tertinggal satu gol, Persib langsung merespon. Mereka lebih inten menyerang BBU.

Menit 18, Zidane Bawazier hampir saja menyamakan kedudukan. Tetapi aksinya dari sisi kanan lewat tendangan mampu ditepis kiper BBU, Zidan Febian. Babak pertama berakhir, BBU tetap unggul 1-0.

Setelah jeda, Persib berusaha menyerang lebih cepat. Tetapi, alih-alih mencetak gol. Gawang Persib bobol untuk kedua kali. Tendangan penyerang BBU, Dzaky Ahmad dari sisi kiri bersarang di gawang Persib sekaligus membawa BBU menjauh dengan keunggulan 2-0.

Persib tak patah semangat. Ketertinggalan dua gol tetap membuat pemain Maung Ngora bermain maksimal. Menit 49, peluang didapat namun sundulan Dito R Paturusi hanya membentur mistar gawang BBU.

Usaha Persib membuahkan hasil saat pertandingan berjalan 53 menit. Pemain tengah Persib, Dicky Wahyudi mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas untuk memperkecil skor menjadi 1-2.

Tempo pertandingan semakin meningkat dan memanas seiring gol yang diciptakan Persib. Asa untuk lolos kembali muncul. Apalagi, ketika BBU mesti bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 57 setelah pemainnya, Andi Aleta diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua usai melanggar pemain Persib.

Di akhir waktu normal, BBU mendapat tendangan bebas setelah pemainnya dijatuhkan di luar kotak penalti. Dicky Wahyudi yang menjadi eksekutor mampu mencetak gol penyeimbang menjadi 2-2 melalui proses tersebut. Pertandingan kemudian dilanjutkan lewat tendangan adu peneliti untuk menentukan pemenang.

Pada babak adu penalti, tiga penendang Persib mampu melakukan tugasnya dengan baik yakni Febriansyah, Dicky Wahyudi, Muhammad Gymnastiar. Sedangkan dua penendang lainnya gagal yakni Rafjan Bayau dan Dito R. Kedua tendangannya mampu dimentahkan oleh kiper BBU, Zidan Febian.

Kegemilangan kiper Zidan, diikuti oleh empat penendang BBU yang mampu mencetak gol yakni Rayhan Azryal, Ramdan Irawan, Andri Firmansyah, Axel Adrian. Sepakan keempat eksekutor mampu mengecoh kiper Persib, Reinkhan Arzaq. BBU pun memastikan kemenangan 6-5 atas Persib.

Pelatih Persib bandung U-17, Sendi Oktavian tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya walaupun harus berakhir di semifinal. Menurutnya, pemain berjuang selama waktu normal bahkan mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol dari lawan.

"Anak-anak sudah kerja keras. Tadi banyak peluang termasuk menit-menit awal, ada yang didepan gawang. Tapi yah, mungkin bukan rezekinya," jelas Sendi.

Sedangkan Pelatih Blitar Bandung United, Asep Rahmat Saputra bersyukur timnya bisa menang walau dengan adu penalti. Menurutnya, selama jalannya permainan para pemain BBU sudah tampil sesuai intruksi walaupun sering diserang oleh lawan.

"Anak-anak cuman emosi saja, sehingga konsentrasi nya hilang. Dan Persib bisa menciptakan dua gol penyeimbang," jelas Asep.

Asep mengungkapkan timnya langsung fokus pada pertandingan final yang bakal digelar Kamis (31/10/2019). Dikatakan, persiapan menghadapi final timnya hanya menitikberatkan supaya pemain bisa dalam kondisi prima karena waktu recovery yang sedikit.

"Anak-anak bermain dengan penuh motivasi. Mereka bekerja keras di lapangan. Mudah-mudahan di final bisa fit, apalagi lawan yang akan dihadapi tentu tim yang kuat," jelasnya.

Pada laga final yang juga bakal digelar di Lapangan Lodaya. Blitar Bandung United akan melawan Kabomania yang melenggang dengan menang dari PSKC 5-2 (1-1) juga lewat adu penalti.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR