Mendikbud Diharapkan Bisa Menyelesaikan Masalah Angka Penganggura Lulusan SMK

Nasional

Kamis, 24 Oktober 2019 | 14:13 WIB

191024141459-mendi.jpg


ANGGOTA Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Abdul Fikri Faqih berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bisa menyelesaikan permasalahan angka pengangguran lulusan SMK yang tinggi di Indonesia.

"Aneh, lulusan SMK malah lebih banyak menganggur daripada lulusan SMA. Saya menduga hal ini karena daya serap lapangan kerja bagi lulusan SMK masih minim," kata Fikri melalui siaran pers yang diterima, Kamis (24/10/2019).

Fikri mengatakan salah satu tugas berat Nadiem yang diamanahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo adalah sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk menghadapi dunia kerja.

Presiden Jokowi juga meminta kemampuan dasar anak-anak Indonesia terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains.

"Presiden tampaknya mengacu pada data Badan Pusat Statistik Agustus 2018 yang menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia 6,99 juta orang atau 5,34 persen dari angkatan kerja sebanyak 131,01 juta jiwa," kata Fikri.

Menurut data, tersebut, lulusan SMK menganggur tercatat 11,24 persen, sedangkan lulusan SMA menganggur 7,95 persen. Fikri menilai pemerintah menyadari ada target yang meleset dalam program lima tahun sebelumnya, terutama terkait revitalisasi SMK.

Fikri mengatakan jumlah lulusan SMK digenjot selama lima tahun terakhir tetapi tidak ada yang menyerap karena tidak ada hubungan dan kesesuaian antara kebutuhan industri dengan jurusan yang tersedia.

"Hal itu menjadi tantangan Mas Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru. Direktorat SMK harus memiliki data jumlah kebutuhan industri, kemudian menentukan jurusan yang akan dibuka sesuai dengan kebutuhan industri," tuturnya.

Selain masalah lulusan SMK yang menganggur, Fikri juga berharap Nadiem bisa mengatasi berbagai permasalahan lain yang masih dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia.

"Ini bukan sekedar kursi menteri yang akan diduduki Mas Nadiem, melainkan juga meja dengan setumpuk pekerjaan rumah di depan," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR