Qatar Dukung Operasi Militer Turki di Suriah

Dunia

Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:20 WIB

191022172301-qatar.jpg

dok/net


PEMERINTAH Qatar mendukung operasi militer Turki di Suriah. Doha menilai, Turki memang tidak bisa tinggal diam terhadap ancaman keamanan yang ditimbulkan dari wilayah perbatasan Turki-Suriah.

“Senjata dan pelatihan yang diberikan kepada kelompok Kurdi selama perang melawan ISIS merupakan ancaman segera bagi keamanan Turki,” kata Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani saat berbicara di Global Security Forum di Doha, Selasa (15/10), dikutip laman Anadolu Agency yang dirilis republika.co.id.

Baca Juga: Qatar Dukung Morsi dan Oposisi Suriah

Menurut dia, Turki telah memberikan peringatan tentang mempersenjatai kelompok-kelompok Kurdi di Suriah. Namun hal itu memang tak didengar. “Kita tidak bisa melimpahkan kesalahan pada Turki karena Ankara ingin membersihkan wilayahnya dan melawan terorisme. Turki tidak bisa tinggal diam sampai teror menghantam wilayahnya,” ujarnya.

Sheikh Mohammed sepakat bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK) adalah ancaman bagi keamanan Turki. Sebab PKK, kata dia, adalah kelompok teroris rahasia. “Satu-satunya tujuan Turki adalah memberantas ancaman di sana dan Ankara tidak ingin tinggal di wilayah Suriah di masa depan,” ucapnya.

Baca Juga: Qatar Akan Hapus Sistem Kafala dan Mereformasi Ketenagakerjaan

Sejak pekan lalu, Turki membombardir kota-kota di timur laut Suriah. Dalam operasi yang diberi nama “Operation Peace Spring” itu Ankara hendak menumpas pasukan Kurdi yang menguasai wilayah perbatasan antara Suriah dan Turki.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) adalah pihak yang menjadi target militer Turki. SDF dikenal pula sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Mereka mengubah namanya menjadi SDF sejak bergabung dengan militer Amerika Serikat (AS) dalam memerangi milisi ISIS di Suriah.

Baca Juga: Jalan Mendadak Biru, Suhu Capai 46 Derajat Celsius di Qatar Trotoar pun Ber-AC

Saat bergabung dalam misi memerangi ISIS, personel SDF mendapat pelatihan dari militer AS. Mereka pun disokong dengan senjata dan peralatan militer. Tindakan AS sempat diprotes oleh Turki.

Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari PKK. PKK adalah kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Ankara telah melabeli YPG dan PKK sebagai kelompok teroris.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR