Peringati Hari Santri, Emil : Disahkannya UU Pesantren Adalah Kado Terindah

Bandung Raya

Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:39 WIB

191022104226-perin.jpg

prfm


PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat peringati hari santri nasional tingkat Jawa Barat di kawasan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (22/10/2019). Ribuan santri ikut serta dalam acara yang diisi dengan upacara dan pawai taaruf ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun ikut larut dalam upacara tersebut. Emil sapaan akrab gubernur mengaku jika disahkannya undang-undang pesantren adalah kado terindah pada peringatan hari santri nasional tahun ini.

"Alhamdulillah di tahun ini diperingatan hari santri ada istimewanya yaitu diloloskannya undang-undang pesantren. Ini menandakan negara memfasilitasi dari program maupun anggaran yang selama ini berbeda-beda, selama ini ada yang terlewat karena pendidikan tradisional sering kali kurang mendapat atensi," ucap Emil selepas upacara peringatan hari santri.

Ditegaskan Emil, dengan diadakannya upacara peringatan hari santri di Gasibu merupakan awal mula perubahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya upacara ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemprov Jabar kepada para santri di Jawa Barat.

Lulusan pesantren, kata Emil, tak kalah istimewa dengan lulusan dari lembaga pendidikan lainnya. Untuk itu perlu ada perhatian khusus dari pemerintah agar sumber daya manusia (SDM) yang berasal dari pesantren ini tetap berkualitas dan memiliki daya saing yang unggul dengan lulusan dari lembaga pendidikan lainnya.

"Tradisi baru di Gasibu kita mulai menandakan bahwa kita sangat menghormati dan merayakan sumber daya manusia yang datang dari pesantren ini," tegasnya.

Dalam program kerjanya, pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum mengeluarkan program satu pesantren satu produk atau one pesantren one product (OPOP). Menurut Emil itu adalah satu bentuk perhatian Pemprov Jabar terhadap keberlangsungan pesantren di Jawa Barat.

"1.100 (produk) sudah lolos, dan sedang mempersiapkan marketing dari produknya. Ujungnya adalah kemandirian ekonomi sehingga pesantren selain dari dukungan negara ada dari kemendirian ekonominya dan itu program khas Jawa Barat yang banyak dijadikan referensi oleh provinsi-provinsi lain," paparnya.

Selain itu, Pemrpov Jabarpun telah mengirimkan banyak ulama asal Jawa Barat yang merupakan lulusan Pesantren untuk berdakwah ke luar negri.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR