Anak Disabilitas Dilatih dan Diberi Pemahaman Tangguh Bencana

Bandung Raya

Senin, 21 Oktober 2019 | 14:41 WIB

191021144134-anak-.jpg

Engkos Kosasih


FORUM Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung bekerjasama dengan Jaga Balai dan ratusan relawan serta para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) gelar pembinaan dan pelatihan tangguh bencana (siaga bencana) terhadap anak-anak disabilitas yang mengalami keterbatasan fisik. Kegiatan tersebut digelar di Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Senin (21/10/2019).

Pembinaan dan pelatihan terhadap warga penderita disabilitas itu melalui pelaksanaan kemping pada lahan terbuka. Lebih dari 120 anak-anak disabilitas dan di antaranya yang sudah dewasa melaksanakan kemping tersebut.

Anak-anak disabilitas itu berasal dari 12 SLB di Kabupaten Bandung. Mereka selain asal Kecamatan Paseh, Majalaya, juga ada dari Kecamatan Arjasari, Margaasih dan kecamatan lainnya.

"Satu anak disabilitas itu disiapkan satu pendamping atau satu relawan. Dari 120 anak disabilitas itu, ada sekitar 180 pendamping atau relawan. Belum lagi para guru SLB yang turut hadir," kata Pegiat Jaga Balai Kabupaten Bandung, Denni Hamdani kepada galamedianews.com di Paseh, Senin siang.

Menurut Denni, melalui pelaksanaan kemping itu, anak-anak disabilitas diperkenalkan atau diberi pemahaman tentang bagaimana menghadapi sejumlah bencana alam. Mulai dari tata cara mengadapi bencana banjir, gempa bumi, angin puting beliung dan longsor.

"Untuk mengenalkan bagaimana cara menghadapi bencana itu, kita membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 jam dalam penyampaiannya. Soalnya tak mudah untuk mengajarkan mereka supaya paham tentang pendidikan bagaimana menghadapi bencana tersebut," kata Denni.

Untuk diketahui, kata Denni, anak-anak disabilitas itu di antaranya yang tak bisa bicara, melihat, mendengar dan keterbataaan fisik lainnya. "Mereka harus diberikan ruang yang sama dan hak yang sama, dalam pengenalan lingkungan," harapnya.

Ia mengatakan, anak-anak disabilitas itu setelah diajak bermain di ruangan terbuka, mereka bisa bertemu dengan anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik yang beragam.

"Mereka pun terlihat bahagia, ketika bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama anak disabilitas. Setelah sebelumnya, mereka jarang bertemu di suasana kemping. Meski kegiatan serupa sudah dilaksanakan beberapa kali di Kabupaten Bandung," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jabar H.M. Dadang Supriatna yang sempat hadir dalam pelaksanaan kemping anak--anak disabilitas itu, menerima keluhan dan harapan dari sejumlah pengelola SLB. Mengingat dirinya yang duduk di Komisi 5 DPRD Provinsi Jabar membidangi pendidikan.

"Di antaranya anak-anak disabilitas berharap dilibatkan dalam lomba catur, khusus untuk mereka yang mengalami keterbatasan fisik," kata Dadang.

Ia juga berusaha untuk memperjuangan apa yang menjadi kesamaan hak dan ruang untuk anak-anak disabilitas. Pasalnya, mereka bagian dari warga Indonesia, harus mendapatkan perhatian pemerintah.

"Yang jelas kita akan memfasilitasi apa yang menjadi harapan dan keluhan mereka selama ini," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR