Kawanan Laron "Hiasi" Malam Kota Bandung

Bandung Raya

Minggu, 20 Oktober 2019 | 22:07 WIB

191020221021-kawan.jpg


DALAM beberapa hari terakhir, warga Kota Bandung dibuat repot dengsa krmunculan laron. Keberadaan kawanan serangga bersayap ini cukup mengganggu aktivitas warga, terutama yang dilakukan menjelang malam.

Pantauan galamedianews.com. Ahad (20/10/2019) sekitar pukul 18.20 WIB kawanan laron banyak berterbangan di sekitar Jalan Dewi Sartika, Jalan Terusan Kopo dan sekitar Alun-alun Bandung.

Keberadaan laron mengganggu pandangan pengendara sepeda motor. Pada malam hari, biasanya mengendarai sepeda motor dengan kaca helm terbuka.

"Terpaksa sekarang mah kaca helm di tutup. Tadi beberapa kali laron mengenai wajah saya," kata Duddy pengendara sepeda motor.

Laron juga membuat pekerja toko di sepanjang Jalan Dewi Sartika dibuat repot. Pasalnya, laron yang asal muasalnya dari rayap ini masuk ke dalam toko dan mengerubuti lampu toko.

Kemunculan laron selalu dikaitkan atau pertanda akan datangnya musim hujan. Lalu, kenapa laron selalu muncul diawal datangnya musim hujan. Pasalnya saat musim hujan, kondisi tanah menjadi lembab, ini membuat laron atau rayap keluar dari sarang dan terbang mengerubuti sumber cahaya untuk menghangatkan diri.

Sebelumnya, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, awal musim hujan di wilayah Jawa Barat umumnya terjadi pada November 2019. Atau mundur dari rata-rata tahunan sepanjang 30 hari.

Namun sudah ada beberapa wilayah di Jawa Barat yang mulai duguyur hujan pada Oktober ini.

Dikutip dari bmgk.co.id, awalal musim hujan 2019/2020 di 342 Zona Musim (ZOM). Diprakirakan umumnya mulai Oktosebanyak 69 ZOM (20.2%),November sebanyak 161 ZOM (47.1%), dan Desember 2019 sebanyak 79 ZOM (23.1%).
Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Hujan terjadi pada Agustus 2019 sebanyak 6 ZOM (1.8%), September 2019 sebanyak 15 ZOM (4.4%), Januari 2020 sebanyak 2 ZOM (0.6%), Februari 2020 sebanyak 6 ZOM (1.8%), dan Maret 2020 sebanyak 4 ZOM (1.2%).

Sifat hujan selama musim hujan 2019/2020 di sebagian daerah yaitu 250 ZOM (73.1%) diprakirakanNormsl dan 74 ZOM (21.6%) diprakirakan di bawah normal Sedangkanataz atas normal sebanyak 18 ZOM (5.3%).

Puncak musim hujan 2029/202 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya terjadi pada bulan Januari 2020 sebanyak 128 ZOM (37.4%) dan bulan Februari 2020 sebanyak 115 ZOM (33.6%). Sedangkan beberapa daerah lainnya puncak Musim Hujan terjadi pada bulan Oktober 2019 sebanyak 5 ZOM (1.5%), November 2019 sebanyak 29 ZOM (8.5%), Desember 2019 sebanyak 27 ZOM (7.9%), Maret 2020 sebanyak 10 ZOM (2.9%), April 2020 sebanyak 6 ZOM (1.8%), Mei 2020 sebanyak 12 ZOM (3.5%), dan Juni 2020 sebanyak 10 ZOM (2.9%).

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR