Seameo Ceccep: Konferensi Internasional PAUD diikuti 11 negara

Bandung Raya

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 12:30 WIB

191019123040-seame.jpg

Dicky Mawardi


KONFERENSI internasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pengasuhan yang diselenggarakan Southeast Asia Ministers Education Organization (SEAMEO) Centre of Early Childhood Care Education and Parenting (CECCEP) bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan dan didukung Tanoto Foundation menghadirkan pembelajaran praktik-praktik baik (best practices) bagi akademisi dan praktisi PAUD di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17-18 Oktober 2019  di Bandung dan diikuti oleh 11 negara anggota SEAMEO  yakni  Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Konferensi juga dihadiri lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah dan sektor publik serta lembaga swasta, dengan menghadirkan ahli PAUD dari Inggris, Jepang dan Selandia Baru .

Direktur SEAMEO CECCEP, Dwi Priyono menjelaskan,  melalui konferensi internasional ingin mendapatkan hasil-hasil riset tentang PAUD dan pendidikan keluarga yang nantinya bisa dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi guru-guru PAUD, utamanya Indonesia maupun Asia Tenggara.
Menurut Dwi, pihaknya yakin bahwa beberapa praktik baik dari New Zealand, Jepang, Cina dan Inggris yang disajikan pada konferensi ini dapat menjadi tambahan informasi untuk menjadi bahan pembelajaran.

"Melalui konferensi internasional ini SEAMEO CECCEP dapat memperoleh  bahan –bahan  praktik baik bagi capacity building dan advokasi untuk daerah-daerah yang membutuhkan peningkatan kualitas pembelajaran PAUD dan pengasuhan.," kata Dwi di Lrmbang, Sabtu (19/10/2019 ).

Hal ini terbukti, lanjut Dwi dari pemaparan materi praktik baik PAUD dan Parenting dari Jepang, Inggris dan Selandia Baru untuk mendukung kesejahteraan anak yang disampaikan pada hari kedua konferensi (18/10/2019).

Sementara pada  hari kedua konferensi, Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Haris Iskandar memaparkan draft roadmap PAUD dan Dikmas di Indonesia yang akan dirilis.

Agenda konferensi dilanjutkan dengan sesi peluncuran buku hasil penelitian gabungan antara SEAMEO CECCEP dengan UNESCO Bangkok dengan judul “Regional Guidelines on Innovative Financing Mechanisms and Partnerships for Early Childhood Care and Education (ECCE)”.

Peluncuran dilakukan secara simbolis melalui penyerahan buku  oleh Maki Hayashikawa (UNESCO Bangkok) kepada Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas. Buku ini memuat  informasi tentang inovasi dari setiap PAUD dalam manajemen sumber dan metode pembiayaan untuk mendukung institusi PAUD dari berbagai negara, diantaranya;  Singapura, Thailand, India, Afrika Selatan, dan Mongolia.

Buku ini hanya tersedia di SEAMEO CECCEP dan UNESCO Bangkok karena tidak diperjualbelikan. Buku berbahasa Inggris ini akan diluncurkan dalam versi Bahasa Indonesia pada akhir tahun 2019 ini.

Dwi menerangkan, selain 12 pembicara utama, terdapat 30 praktisi dan akademisi yang akan menyampaikan hasil penelitian maupun praktik keseharian di sesi kelas paralel, yang terbagi menjadi tiga ruangan. “Terdapat tujuh lingkup kajian yang dibahas sesuai dengan tema besar konferensi, diantaranya: program pengasuhan, pembuatan kebijakan, dan implementasinya; peran orang tua dalam memastikan kesejahteraan anak; isu-isu kritis bidang PAUD dan Parenting dalam era abad 21; serta multikulturalisme, gender, dan keadilan dalam konteks PAUD”, ujar Dwi. 

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR