Tel-U Bina Ratusan Industri Kreatif agar Siap Bersaing di Pasar Dunia

Bandung Raya

Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:32 WIB

191017152320-tel-u.jpg


KURANG lebih sudah ada 500 industri kreatif di Kabupaten Bandung yang dibina oleh Telkom Universty dan diklaim siap bersaing di pasar dunia. Jumlah tersebut mencakup 30 persen dari total 1.500 Usaha Kecil Menengah (UKM) kreatif yang ada dan mendapat pembinaan setiap semester dari Fakultas Industri Kreatif.

Dewan Fakultas Industri Kreatif Telkom University, Didit Widyatmoko mengungkapkan, pihaknya sebagai akademisi memang memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan antara pelaku UKM kreatif dengan pasar dunia. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Industri Kreatif tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung berkarya di studio.

"Studi lapangannya saat ini kami mengambil produk dari pelaku UKM Kabupaten Bandung. Kami meneliti produk mereka dan mencari solusi bagaimana cara memajukannya, lalu mengembalikan metode pengembangan tersebut kepada para pelaku," ujar Didit saat diwawancarai di sela Konferensi Internasional Bandung Creative Movement di Auditorium Damar Kampus Tel-U, Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Kamis (17/10/2019).

Didit menjelaskan, dalam praktiknya UKM kreatif yang dibina terbagi masing-masing 300 pelaku usaha di setiap program studi. Sementara lima program studi yang membantu pengembangan produk UKM adalah prodi desain komunikasi visual, desain interior, kriya tekstil mode, desain produk dan seni rupa.

"Sejak beberapa tahun terakhir industri kreatif menjadi primadona, sehingga pemerintah pun membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kami juga lihat sudah banyak negara yang maju berkat industri kreatif, jadi Indonesia pun harus bisa seperti itu," katanya.

Sehingga dirinya berharap, ke depanUKM binaan tersebut bisa bersaing memajukan industri kreatif dan memajukan bangsa Indonesia. Sebab, Didit menilai, industri kreatif saat ini menjadi salah satu akselerator kemajuan bangsa.

Terkait konferensi itu sendiri, ia menegaskan bahwa forum tersebut merupakan wadah bagi Telkom Universty sebagai peneliti, untuk melaporkan hasil penelitian dan pengembangannya terhadap kemajuan industri kreatif di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung. Dengan begitu produk industri kreatif Kabupaten Bandung juga bisa lebih dikenal oleh pasar dunia.

Sementara itu Ketua Panitia Konferensi Internasional Bandung Creative Movement, Fajar Ciptandi mengatakan, konferensi tersebut memasuki tahun keenam atau tepatnya sudah sejak 2014 lalu.

Pada setiap gelaran, pihaknya mengundang peneliti dari beberapa Universitas negara lain. Kali ini, peneliti yang diundang dari Science University Malaysia dan Mahidol University Thailand.

"Di sini mereka mempresentasikan hasil risetnya di bidang desain, seni dan industri kreatif yang mereka lakukan terhadap pelaku industri kreatif di negara masing-masing. Jadi kami saling berbagi dan menginspirasi industri kreatif masing-masing," ujar Fajar.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR