Polres Bogor Ungkap Kasus Suntik Gas Oplosan

TKP

Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:36 WIB

191015183941-polre.jpg

IST/elshinta.com


SATRESKRIM Polres Bogor berhasil mengungkap kasus suntik gas oplosan elpiji bersubsidi dari tabung 3 ke tabung gas 12 kg pada Kamis (3/10/2019) di Kp Pasir Jeruk RT 01/03, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam rilis di elshinta.com, Selasa (15/10/2019), Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena menjelaskan, pelaku melakukan kegiatan usaha pengoplosan gas LPG dari tabung ukuran 3 kg bersubsidi yang dibeli dari warung-warung sekitar wilayah Kec. Rumpin. Dari tabung ukuran 3 kg tersebut sebanyak 4 tabung dipindahkan isi gasnya ke dalam tabung ukuran 12 kg dengan menggunakan alat berupa regulator suntikan yang dimodifikasi.

Baca Juga: Tukarkan Gas Elpiji 3kg-Mu Dengan Bright Gas Hanya Rp 5.000

"Kemudian tabung gas ukuran 12 kg tersebut dijual ke rumah-rumah makan dan restoran di wilayah Tanggerang dan Jakarta dengan harga non subsidi," ungkap Ita.

Menurut Ita, pelaku dalam kasus tersebut berjumlah 1 (satu) orang yaitu KM yang merupakan pemilik usaha pengoplosan gas bersubsidi.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 3 unit mobil grandmax bak terbuka, 434 buah tabung gas elpiji 3 KG (isi), 10 buah tabung gas elpiji 3 KG (kosong), 2 buah tabung gas elpiji 12 KG (kosong), 20 buah tabung gas 50 KG (isi), 1 buah timbangan elektronik dan 24 buah selang suntikan.

Baca Juga: Di Jabar Ada 4.997.321 Warga yang Berhak Membeli Gas Melon

Atas kejadian tersebut, kata Ita pelaku dikenakan Pasal 62 (1) jo pasal 8 (1) b & c UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 53 b,c,&d UU no 22 tahun 2001 tentang Migas dan atau pasal 32 (2) jo pasal 30 UU no 02 tahun 1981 tentang Meterology Legal.

"Pelaku terancam hukuman lebih dari 5 tahun dan denda lebih dari Rp30 miliar," tandas Ita.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR