Sekolah Harus Jadi Tempat Menyenangkan dan Ramah

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:20 WIB

191015162142-sekol.jpg


SEKOLAH sudah seharusnya menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi siswa. Salah satu upaya untuk mencapai kenyamanan tersebut, yakni dengan dikembangkannya Sekolah Ramah Anak (SRA).

Demikian disampaikan Praktisi Pendidikan Kemasyarakatan Provinsi Jawa Barat, Nike Kamarubiani. Menurutnya, program pengembangan SRA merupakan upaya penjamin dan pemenuhan hak-hak pada anak tanpa diskriminasi, kepentingan, hak hidup serta bentuk penghargaan terhadap anak.

Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa anak mempunyai hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Sekolah ramah anak bukan berarti memberikan kebebasan kepada sang anak, tetap ada kedisiplinan yang harus diterapkan. Adapun ruang lingkup yang terlibat dalam SRA ini, yakni keluarga sebagai pusat pendidikan utama dan pertama bagi anak,” tuturnya, dalam Workshop Penyusunan Bahan Kebijakan Sekolah Ramah Anak di Ruang Papandayan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (15/10/2019).

Selain keluarga, lanjutnya, sekolah juga berperan penting dalam memberikan pendidikan sesuai kurikulum dan standar nasional. Tak hanya itu, sekolah pun berhak menerapkan disiplin, memberikan tempat yang aman, sehat, hijau, inklusif, dan nyaman bagi perkembangan fisik anak serta kognisi dan psikososial peserta didik. Terakhir, peran masyarakat sebagai tempat pendidikan setelah keluarga dan sekolah.

Adapun prinsip-prinsip penyelenggaraan sekolah ramah anak yang harus diterapkan, di antaranya sekolah dituntut mampu menjadi media pembelajaran bagi siswa. Tidak sekadar tempat belajar, tetapi wadah yang menyenangkan bagi anak.

“Dunia anak adalah bermain. Dalam bermain itulah, anak bisa melakukan proses belajar. Selain itu, sekolah juga memperkenalkan persaingan yang sehat dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Oleh karena itu, tambahnya, sekolah harus menciptakan suasana kondusif agar anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya. Agar tercipta suasana kondusif, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Antara lain, program sekolah yang sesuai, lingkungan sekolah yang mendukung, dan sarana prasarana yang memadai.

“Sekolah adalah ruang bagi anak untuk menjalin komunikasi, juga berperan dalam pencapaian cita-cita siswa,” ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR