UKS Harus Melaksanakan Skrining Kesehatan

Dinas Pendidikan Jabar

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:27 WIB

191015152838-uks-h.jpg

ist


DIREKUR Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), Anung Sugihantono menegaskan pentingnya melakukan skrining kesehatan bagi masyarakat guna mencegah penyakit sejak dini. Kegiatan tersebut bisa dilakukan di satuan pendidikan yang bisa dimanfaatkan untuk siswa.  

"Melalui unit kesehatan sekolah (UKS), seharusnya sekolah dapat melaksanakan skrining kesehatan minimal enam bulan sekali. Paling tidak, jika terletak di daerah luar, minimal satu tahun sekali, tepatnya saat masuk tahun ajaran baru," ucapnya, dalam Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia yang berlangsung di Halaman Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Selasa (15/10/2019).

Skrining tersebut, lanjutnya, bisa dilakukan dengan melibatkan tenaga kesehatan di lingkungan setempat, seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). "Dinas Pendidikan di daerah serta Kementerian Agama daerah harus menjalin kerja sama dengan Puskesmas agar bisa menjalankan skrining," ujarnya.

Kegiatan skrining kesehatan ini, tambah Anung, telah digalakkan sejak 2016. Namun di Jabar, angka partisipasi sekolah masih di bawah 60%. Ia berharap, ke depan kegiatan tersebut bisa dimaksimalkan. "Bukan hanya untuk tes kesehatan mata, tapi juga kesehatan jiwa dan lainnya," tuturnya.

Salah seorang peserta didik, Resha Bitzma mendukung cek kesehatan diadakan di sekolah-sekolah. Menurut siswa SMAN 20 Bandung itu, skrining bisa mengedukasi siswa tentang berbagai gejala penyakit. "Memang dibutuhkan juga sih, biar kita jadi tahu," ucap siswa kelas XII tersebut.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR