Tukarkan Gas Elpiji 3kg-Mu Dengan Bright Gas Hanya Rp 5.000

Daerah

Senin, 14 Oktober 2019 | 19:34 WIB

191014193546-tukar.jpg

Septian Danardi


PT Pertamina (Persero) hadir di acara Tasikmalaya Oktober Festival yang berlangsung tanggal 12 - 15 Oktober 2019.

Dalam Festival memperingati hari jadi kota Tasikmalaya itu, Pertamina juga menghadirkan program Trade-In Bright Gas. Yakni penukaran 2 buah tabung LPG (liquefied petroleum gas) subsidi 3 kilogram (KG) menjadi Bright Gas 5,5 KG dengan harga promo, Rp 5.000 dengan memakai aplikasi LinkAja atau MyPertamina.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami menjelaskan, partisipasi Pertamina MOR III pada ajang ini merupakan upaya perseroan untuk memperluas akses (aksesbilitas) masyarakat terhadap bahan bakar LPG non subsidi.

"Selain lewat Trade-in ini, masyarakat dapat memperoleh Bright Gas dengan harga normal di agen dan SPBU Pertamina, outlet dan mini market, serta layanan Home Delivery (pesan antar) melalui Pertamina Contact Center 135," ujar Dewi, Senin (14/10/2019).

Dewi mengatakan, Bright Gas merupakan LPG non subsidi dari Pertamina. Bright Gas memiliki aspek keamanan yang unggul, yakni dengan teknologi katup ganda (double spindle valve system) serta safety valve, yang dapat "mengunci" apabila sewaktu-waktu terjadi tekanan dalam tabung.

LPG ini juga dilengkapi hologram berwarna (optical color switch) untuk mencegah pemalsuan. Tutup tabung Bright Gas turut dilengkapi dengan QR Code, yang dapat dipindai untuk melihat asal tabung LPG tersebut.

Tak hanya trade in, pada kegiatan tersebut Pertamina juga mengadakan demo memasak dan sosialisasi penggunaan LPG aman. Serta, permainan menarik yang berhadiah merchandise Pertamina.

Sementara salah satu pengunjung, Sania (28) menyebutkan, dirinya juga ikut dalam program promo Bright Gas.

"Saya sudah lama berniat menukar tabung LPG menjadi Bright Gas karena isi ulangnya bisa lebih lama dan dihitung-hitung jadi lebih irit. Ketimbang dengan tabung kecil, tiap minggu harus ganti," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR