PT MSS Ditutup Hingga Investisigasi Usai

Bandung Raya

Senin, 14 Oktober 2019 | 17:30 WIB

191014173101-pt-ms.jpg


PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat memberhentikan sementara oprasi tambang PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) di Kabupaten Purwakarta. Kendati demikian Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil investigasi dari inspektur tambang menyikapi insiden longsor batu, beberapa waktu lalu.

Dalam proses investisigasi operasi tambang tersebut, operasi tambang berheti sementara, menunggu hasil dari investigasi inspektur ESDM Badan Geologi.

"Berhenti sementara sambil menunggu inspektur ESDM mengecek. Inspektur tambang akan mengevaluasi beberapa kewajiban perusahaan yang tercantum dalam naskah izin pertambangan," kata Kepala Bidang Pengendalian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Diding Abidin, usai acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, kota Bandung Senin (14/10/2019).

Diding menjelaskan, salah satu kewajiban PT MSS yakni membangun tanggul untuk menahan serpihan batu hasil pertambangan. Jika sejumlah kewajiban tak bisa dipenuhi, izin aktivitas pertambangan PT MSS akan dicabut.

"Dalam izin itu harus ada beberapa yang dipenuhi oleh si pemegang izin. Kegiatan dihentikan sementara, seperti mereka membuat tanggul, setelah itu kita evaluasi. Karena DPMPTSP memiliki dua kewenangan, bisa membatalkan, bisa mencabut. kalau pembatalan ada permohonan. Kalau pencabutan ada pelanggaran. Kalau memenuhi kewajiban, bisa dilanjutkan," ucap dia.

Dari data DPMPTSP, izin pertambangan PT MSS diajukan pada 22 Oktober 2015 lalu dan akan berakhir 21 Oktober 2020 dengan permohonan izin galian batuan andesit.

Diding menegaskan, Pemprov Jabar hanya mengurusi izin prinsip aktivitas pertambangan. Adapun izin peledakan dikeluarkan oleh pihak kepolisian.

"Kami itu hanya izin usaha pertambangan operasi penjualan yang berlaku lima tahun. Kalau di tempat itu ada kegiatan lainnya atau izin peledakan, bukan kewenangan kita itu saja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, batu-batu besar menghujani Kampung Cihandeuleum, RT 009 RW 005, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/10/2109). Sebanyak tujuh rumah warga dan satu sekolah rusak.

"Warga yang terdampak 68 KK 215 jiwa," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono dihubungi melalui telepon, Rabu (9/10/2019) lalu.

Wahyu mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, jatuhnya batu-batu raksasa diduga akibat aktivitas blasting atau peledakan batu yang dilakukan oleh PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS) pada Selasa (8/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

"Hasil dari pengecekan di lapangan dan informasi dari saksi, batu tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 500 meter ke rumah warga yang ada di bawah gunung," tutur Wahyu.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR