Selain Tenis Meja, Balap Sepeda pun Tidak Dipertandingan di PON Papua

Sport

Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:35 WIB

191013162557-selai.jpg

harapan rakyat


BALAP sepeda tidak dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), yang menjadi korban atlet. Demikian diutarakan ketua Pengprov Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Jabar, Daud Husain.

Ia sangat menyayangkan dengan keputusan ini dan yang menjadi korban justru atlet itu sendiri. Balap sepeda ini satu dari 10 cabang olahraga yang tercoret tidak dipertandingkan pada PON XX/2020 di Papua, menyusul telah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Cabang Olahraga dipertandingka di PON XX/2020 Papua, dalam SK tersebut ada 37 Cabor yang dipertangkan dari 47 Cabor sebelumnya.

"Kita sangat menyayangkan dengan keputusan ini, sekarang prestasi atlet yang menjadi korban, PON ini justru yang ditunggu para atlet," tegasnya.

Pihaknya sampai saat ini terus melakukan korordinasi dengan Pengprov ISSI daerah lain, yang nantinya meminta kepada pengurus besar untuk memperjuangkan agar balap sepeda diperlombakan, apalagi balap sepeda ini sudah melakukan babak kualifikasi.

"Kita terus melakukan kordinasi dengan provinsi lain, apalagi bala sepeda ini sudah selesai melakukan babak kualifikasi. Kami juga akan melakukan kordinasi dengan KONI Jabar untuk bisa memperjuangkannya," paparnya.

Mengenai cabor yang dicoret bisa dipertandingkan di daerah lain yang memiliki venue, Daud mengatakan, belum mengetahui regulasinya mengenai apa boleh dipertandingkan di daerah lain.

"Saya belum menemukan regulasinya kalau cabor PON bisa dipertandingkan di Daerah lain, memang masalah ini harus ada keputusan dari Presiden yang dirubah dan kalaupun bisa banyak daerah lain yang siap menggelarnya," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR