Ganjar Pranowo: Proyek PLTSa Bukan Jual Stroom Tapi Mengelola Sampah

Nasional

Rabu, 9 Oktober 2019 | 20:29 WIB

191009203014-ganja.jpg

Tok Suwarto

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau persiapan proyek pembangunan PLTSa Putri Cempo


GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengunjungi TPA Putri Cempo yang tengah dilakukan pemadaman kebakaran sampah, Rabu (9/10/2019). TPA Putri Cempo menjadi salah satu proyek percontohan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Sambil menyaksikan upaya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Solo melakukan upaya menjinakkan si "jago merah" yang membakar timbunan sampah di lahan seluas hampir tiga hektar, Ganjar Pranowo yang didampingi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, melihat persiapan akhir rencana pembangunan konstruksi proyek PLTSa berkapasitas 5 megawatt (MW) di kawasan TPA Putri Cempo.

"Sudah sejak 16 tahun lalu proyek PLTSa direncanakan, sejak Presiden Jokowi masih Wali Kota Solo. Saat ini kita melihat proses pengolahan sampah untuk pembangkit listrik 150 KWH ternyata berhasil. Setelah ini akan disusul pembangunan konstruksi untuk memproduksi energi listrik 5 MW. Groundbreaking akan dilakukan nanti tanggal 23 Oktober 2019," ujar Ganjar seusai menyaksikan instalasi pengolahan sampah sampai menghasilkan energi listrik 150 KWH, di lokasi TPA Putri Cempo.

Ganjar menyatakan, setelah PLTSa Putri Cempo yang menghasilkan energi listrik 5 MW beroperasi, tugas PLN tinggal membeli dengan tarif tunggal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dia menegaskan, dalam proyek PLTSa kita tidak menjual stroom tetapi mengelola sampah.

"Kalau bicara soal ekonomi memang tidak menarik. Tetapi dalam proyek PLTSa kita berupaya membereskan sampah yang menumpuk sekitar 1,6 juta ton. Setelah, PLTSa beroperasi, dalam waktu 10 sampai 15 tahun sampah di TPA Putri Cempo yang 1,6 juta ton akan habis. Pemanfaatannya dicampur sampah baru," jelasnya.

Dirut PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) sebagai investor proyek PLTSa Putri Cempo Solo, Elan Syuherlan, mengungkapkan, pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi listrik yang berada dekat di jalur utama TPA Putri Cempa sudah siap. Menurut dia, bencana kebakaran yang memunculkan asap di timbunan sampah TPA, tidak berpengaruh terhadap persiapan pembangunan PLTSa.

"Kami akan mengerjakan pembangunan secara bertahap. Kami sudah menyiapkan lahan yang harus segera dikerjakan sambil menyiapkan lahan tambahan di sebelahnya yang nanti bisa pakai," tuturnya.

Masalah sumber dana untuk membiayai proyek akibat kegagalan kesepakatan kerjasama antara investor dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), kata Elan kini sudah teratasi, menyusul disepakatinya kerjasama antata konsorsium pengelola sampah TPA Putri Cempo dan operator PLTSa dengan China Construction Bank (CCB) Indonesia. Pada tahap pertama pembangunan PLTSa, proyek tersebut mendapat dana pinjaman USD 16 juta dari total kebutuhan sebesar USD 23 juta.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memastikan groundbreaking proyek PLTSa dilaksanakan pada 23 Oktober 2019. Kepastian itu setelah pihak manajemen PT SCMPP dan PT SMI memperoleh kesanggupan sumber dana untuk membiayai proyek percontohan PLTSa tersebut.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR