Aplikasi Siraru Diyakini Bisa Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Jabar

Pariwisata

Rabu, 9 Oktober 2019 | 18:25 WIB

191009182834-aplik.jpg

Anthika Asmara

Forum Grup Discusion (FGD) membahas Sistem Informasi Pariwisata (Siraru) di Hotel Arya Duta, kota Bandug, Rabu (9/10/2019).


INFORMASI 1.924 destinasi wisata yag ada di Jawa Barat akan dihimpun dalam satu aplikasi bernama Sistem infomasi Pariwisata Terpadu (Siraru). Digitalisasi ini diyakini akan meningkatkan kunjungan ke Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengatakan, pihaknya kini memiliki Siraru yang dapat mengitegrasikan pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota dan stake holder penyedia jasa wisata.

"Siraru ini adalah dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata," ujar Dedi di sela soft launching Siraru, di Aryaduta Hotel, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019).

Dedi mengatakan, program Siraru ini dapat diakses masyarakat melalui ponsel pintar yang dapat diunduh melalui playstore. Isinya berkaitan dengan informasi dari mulai kuliner, hotel, juga transportasi yang dapat digunakan menuju lokasi tempat wisata.

"Siraru ini akan kita launching bersamaan dengan West Java Festival bulan November nanti," katanya.

Dedi memastikan, beragam data lokasi pariwisata pada program Siraru terus diperbaharui secara bertahap. Untuk itu, ia menggandeng berbagai elemen, baik dari asosiasi hotel, travel, pelaku kuliner dan lain-lain.

"Kemudian domain yang berkaitan dengan pengisian (informasi) dan lain sebagainya itu akan diisi oleh Bjb. Ada empat kuadran disitu, ada intelegent tourisem servisis, ada nanti walking space, pasar digital dan ada MPD itu mobile posision data," ucap Dedi.

Bersamaan dengan soft launching Siraru, pihaknya pun melaksanakan Forum Grup Discusion (FGD) yang melibatkan pihak terkait. Pada kegiatan ini dihadiri pula oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), BJB, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Organda, Kepala Disparbud kupaten/kota dan OPD terkait.

"Kemudian FGD ini dengan Bappeda tentang perencanaan dan penganggaran. Jadi kita kolaborasikan semuanya," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR