Harga Timun di Bandung Melejit Akibat Kemarau Panjang

Bandung Raya

Selasa, 8 Oktober 2019 | 09:00 WIB

191008090129-harga.jpg

Dicky Mawardi


KEMARAU panjang mulai berdampak pada harga timun. Di Pasar Andir,  Kota Bandung sejak satu pekan terakhir terus merangkak naik hingga mencapai Rp10.000 per kilogram.

Sepekan lalu harga timun masih dijual pedagang Rp5.000 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan sejumlah sentra timun yang biasa memasok ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat mengalami kekeringan.

Akibatnya pasokan berkurang dan harga naik 100 persen. Daerah pemasok timun antara lain Kabupaten Garut,  Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat

"Kemarau menyebabkan sebagian lahan pertanian timun mengalami kekeringan. Lahan tersisa yang masih bisa ditanami, masih menunggu panen," kata Adang pedagang timun di Pasar Andir, Selasa (8/10/2019).

Ia mengaku, dalam sepekan terakhir kekurangan pasokan timun. Biasanya dalam satu hari bisa mendapat 80-90 kilogram  namun sekarang hanya setengahnya.

"Banyak pelanggan yang rata-rata pedagang tidak kebagian. Sudah harganya mahal, barang tidak ada," keluhnya.

Sementara harga timun di Pasar Margahayu,  Kabupaten Bandung jauh lebih mahal mencapai Rp12.000 per kilogram.

"Di Caringinnya sudah mahal, jadi kita jual lagi menyesuaikan harga beli," kata seorang pedagang sayuran di Pasar Margahayu.

Seorang pemilik warung nasi, Nina mengeluhkan kenaikan sejumlah harga. Selain timun, harga kencur juga merangkak naik dari Rp36.000 menjadi Rp50,000 per kilogram. Sementara harga cabai rawit domba masih bertahan dikisaran harga Rp58.000-Rp60.000 per kilogram.

"Timun kan enggak saya jual, hanya buat lalapan saja. Tapi sekarang harganya terus naik. Gantinya saya pakai kol," kata Nina.


Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR