Pemkab dan Baznas Garut, Akan Jemput 18 Warga Korban Kerusuhan Wamena

Daerah

Senin, 7 Oktober 2019 | 23:15 WIB

191007225043-pemka.jpg


KERUSUHAN yang terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang membuat beberapa warga Jabar termasuk 18 warga Garut mengungsi ke Kota Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, sebelum memutuskan untuk pulang kampung ke daerah masing-masing di Kabupaten Garut.

Guna merespon Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan mempasilitasi kepulangan warganya, Pemerintah Kabupaten Garut berencana akan melakukan penjemputan 18 orang warga Garut tersebut. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Senin (7/10/2019) malam melalui saluran ponselnya.

"Mereka kan warga Garut, sudah semestinya pemerintah harus berada di pihak mereka. Kita akan melakukan penjemputan mereka dan akan melakukan koordinasi dengan Pemrov Jabar," ujarnya.

Terkait kapan akan dilakukan penjemputan 18 warga Garut, Helmi Budiman menuturkan akan menunggu terlebih dahulu informasi dari Pemprov Jabar. Yang pertama kali melakukan komunikasi dengan warga Jabar yang ada di Wamena adalah pihak provinsi.

"Dinsos Garut terus melakukan koordinasi dengan Pemrov Jabar. Mau di Jakarta atau di Bandung, kita siap melakukan penjemputan dan mengantarkannya langsung ke kampung halaman masing-masing," tambahnya.

Sementara Ketua Baznas Garut, Rd. Aas Kosasih mengaku akan ikut mefpasilitasi rencana kepulangan mereka ke Kabupaten Garut. Hal tersebut sudah dipastikan setelah mendapatkan informasi dari Baznas Jawa Barat, yang mempasilitasi kepulangan dari Wamena.

"Informasinya, mereka akan tiba pada Rabu (9/10/2019), kita bersama Pemkab Garut akan melakukan penjemputan," katanya.

Aas juga sangat bersyukur warga Jawa Barat, salah satunya ada yang berasal dari Kabupaten Garut, selamat tidak menjadi korban dalam kerusuhan Wamena. "Alhamdulillah, mereka selamat dan memilih pulang kampung," singkatnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR