Milik Pelaku Kejahatan Amoral, Soundtrack Joker Picu Kemarahan Pencinta Film

Hiburan

Senin, 7 Oktober 2019 | 13:27 WIB

191007132723-milik.jpg

dailymail


Kontroversi film Joker arahan Todd Phillips yang dibintangi Joaquin Phoenix masih berlanjut. Meski menuai revenue hingga $ 93,5 juta atau tak kurang dari Rp 1,2 triliun, film thriller menyeramkan yang mengisahkan perjalanan keruntuhan mental musuh bebuyutan Batman itu tetap menjadi sorotan.

Kali ini para penggemar film mengecam produser film yang membuat sebagian penonton tak tahan hingga memilih bubar itu karena ikut memasukkan lagu rocker asal Inggris Gary Glitter dalam soundtrack-nya. Gelombang kritik datang kala mereka menyadari ada adegan dengan latar lagu yang cukup poluler tahun 1972, Rock and Roll Part 2 milik Glitter.

Lagu menyertai salah satu adegan paling ikonik dari film Joker kali ini.

Gary Glitter.

Lagu tadi menyertai adegan cukup panjang, tepatnya saat Phoenix menari menuruni tangga sementara karakternya mengalami transformasi dari badut sewa menjadi pembunuh kejam yang menyeramkan. Persoalannya, Glitter saat ini tengah berada di balik jeruji besi untuk kasus percobaan pemerkosaan dan kekerasan.

Dikutip dari DailyMail, Senin (7/10/2019) selain terlibat kasus amoral, penggunaan lagu vokalis bernama asli Paul Gadd itu pun akan memberinya royalti. Glitter divonis 16 tahun penjara tahun 2015 dengan serangkaian kasus mulai dari kekerasan terhadap tiga gadis belia, percobaan pemerkosaan dan melakukan hubungan seksual dengan gadis bi bawah umur. Kabarnya ia akan menghirup udara bebas pada 2021.

The song.

Komentar berupa kritik pedas pun bermunculan. Mereka menyuarakan keberatan atas royalti yang kini mengalir pada pelaku paedofil, padahal film Joker bertutur mengenai kisah tragis dari konsekuensi kekerasan terhadap anak. 

“Sulit dipercaya, Gary Glitter ikut mendapat penghasilan dari Joker. Mereka membayar paedofil untuk lagu dalam film tentang kekerasan anak!”, “Tak perlu basa-basi, film ini sangat amoral..”, “Hanya satu pertanyaannya, siapa yang mengusulkan lagu ini?” Demikian di antara komentar yang bermunculan.

The comments.

Sebelumnya jelang pemutaran perdananya, film produksi Warner Brothers ini juga memicu kekhawatiran. Kisah mengenai komedian penderita sakit mental bernama Arthur Fleck yang kemudian melakukan pembunuhan massal itu ditakutkan keluarga korban tragedi serupa justru akan menjadi “inspirasi”. Mereka mengklaim Joker bisa memicu kekerasan.

Keluarga korban penembakan massal bioskop di Aurora, Texas tahun 2012 yang menewaskan 14 penonton kala pemutaran film Batman The Dark Knight Rises itu, melayangkan surat keprihatinan pada pihak Warner Brothers. Meski demikian hingga kini Warner Bros masih enggan memberikan tanggapan.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR