Lulusan UIN Bandung Harus Mampu Memadukan Pikir dan Zikir

Bandung Raya

Minggu, 6 Oktober 2019 | 18:39 WIB

191007114215-lulus.jpg

Nana Sukmana

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, memberikan paigam penghargaan kepada Muhammad Anis Fuadi, S.Ag, jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, yang meraih prestasi sebagai hafiz Quran 30 juz.


Tugas seorang sarjana setelah lulus dari perguruan tinggi, yakni mengabdikan diri kepada masyarakat sesuai dengan jiwa tridarma perguruan tinggi dengan tujuan mengharapkan rida Allah SWT. Sebagai cendikiawan muslim, lulusan UIN SGD Bandung harus mampu memadukan antara pikir dengan zikir.

"Selain itu, lulusan UIN SGD Bandung harus mampu berpikir mendalam, substansial, dan peduli pada problematika yang dihadapi masyarakat," ungkap Ketua Senat Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS, saat membuka Sidang Senat Terbuka dalam Wisuda ke-76 Program Diploma dan Sarjan UIN SGD Bandung di Aula Anwar Musaddad, Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105, Kota Bandung, Minggu (06/10/2019).

Nanat meminta kepada para wisudawan agar tetap menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada dan beraktivitas dengan menunjukkan nilai-nilai akhlak karimah, sehingga kehadiran sarjana UIN SGD menjadi warna positif bagi masyarakat, memberi manfaat, dan mampu mengubah masyarakat ke arah yang lebih maju, adil, makmur, dan sejahtera menuju rida Allah SWT.

"Hendaknya sudara menjadi suri teladan yang baik. Menjadi pembuka lapangan pekerjaan, menjadi seorang wirausahawan (entrepreneur) andal, hindari menjadi seorang pencari kerja ke sana ke mari tanpa ujung. Berbuatlah apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan Negara. Rasulullah saw., bersabada, sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat kepada mansuia lainnya,” tuturnya.

Nanat mengingatkan, agar lebih bijak dan dapat berfikir jernih dalam menghadapi hiruk pikuk dan problem bangsa saat ini. Dengan demikian, lulusan UIN SGD Bandung tidak menjadi bagian dari masalah, akan tetapi justru menjadi bagian dari solusi yang dihadapi bangsa
Prestasi

Nanat juga mengucapkan selamat kepada Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. yang telah sukses membawa nama besar kampus yang secara berturut-turut empat penghargaan . UIN Bandung menjadi PTKIN Terbaik bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah dari Kementerian Agama RI, meraih nilai “A” Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT), dan perpustakaan UIN Bandung menjadi satu-satunya perpustakan di lingkungan PTAKIN yang terakreditasi “A” oleh Perpustakaan Nasional RI.

"Jika pada 2015 hanya memiliki 4 Prodi terakreditasi A, maka kini UIN Bandung telah memiliki 20 Prodi terakreditasi A. Ini artinya naik sebesar 550% dan merupakan pencapaian yang luar biasa," ujar Nanat.
Di samping itu, lanjut Nanat, tahun 2018, tercatat Mahasiswa berprestasi, juara hafidz Al-Quran tingkat International. Bahkan dengan Agustus 2019, terdapat 23 Jurnal ilmiah yang terakreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Mudah-mudahan ke depan lebih maju lagi, sehingga tercapai apa yang telah ditetapkan dalam visi misinya," harapnya.

Hafiz dan peraih IPK tertinggi

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, mengatakan, untuk meraih kesuksesan hidup diperlukan ikhtiar lahir-batin ang sungguh-sungguh, selain mencari ilmu seluas-liuasnya, juga harus menghormati kedua orang tua dan berbakti kepada guru serta dosen yang telah banak membimbing dan mengarahkan mahasiswanya menjadi sendikiawan.

"Ibarat roda dalam kendaraan, antara ban di roda depan dan belakang harus sejalan, beriringan, sehingga keduanya sama-sama berhasil sampai ketempat tujuan. Untuk itu, saya titip kedua potensi yang mengedepankan ikhtiar lahir-batin itu tidak bisa dipisahkan, seperti halnya ban kendaraan, satu kempes tidak bisa berjalan dengan lancar, mulus sampai tujuan. Jadi keduanya harus beriringan, sejalan dalam meraih kesuksesan," paparnya di hadapan 1.428 wisudawan.

Mereka terdiri atas Fakultas Ushuluddin 183 orang; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 343 orang; Fakultas Syari’ah dan Hukum 157 orang; Fakultas Dakwah dan Komunikasi 211 orang; Fakultas Adab dan Humaniora 148 orang; Fakultas Psikologi 42 orang; Fakultas Sains dan Teknologi 137 orang; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 207 orang.

Rektor menetapkan 41 wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi dan 1 lulusan dan 1 wisudawan hafiz Alquran 30 Juz. Mereka, yakni Miska Unil Ilma, S.Pd, jurusan Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3,93

Gina Amaliyah Solihah, S.Pd, jurusan Pendidikan Bahasa Arab dengan IPK 3, 93, Suherman, S.Hum, jurusan Sejarah dan Perabadan Islam (IPK 3,92), Nurlaela Sari, S.Pd, jurusan Manajemen Pendidikan Islam (IPK 3,92), Nida Labibah, S,H, jurusan Hukum Keluarga (IPK 3,91), Siti Habibah, S.Sos, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (IPK 3,91), Rizki Zakwadin, S.Pd, jurusan Pendidikan Fisika (IPK 3,89), Okeu Irwandi Widjaya, S.Hum, jurusan Sastra Inggris (IPK 3,89), Mohammad Aqil Baihaqi, S.Ag, jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (IPK 3,88), Vini Zulva Nurhadiyani, S.Sos, jurusan Sosiologi (IPK 3,88), dan Muhammad Anis Fuadi, S.Ag, jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, hafiz Alquran 30 juz.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dekan Ushuluddin atas diwisudanya satu lulusan yang Hafiz Alquran 30 Juz, Muhammad Anis Fuadi, S.Ag, jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir. Juga kepada Prof. Dr. H. M. Anton Athoillah, MM, yang berhasil mengantarkan anaknya, Bening Fathima Rabbaniya A., S.E. sebagai salah satu peraih IPK tertinggi. Mudah-mudahan menjadi kader yang dapat membanggakan orang tua dan kampus tercinta," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR