Tak Sabar Menanti KA Cibatu-Garut Beroperasi

Daerah

Minggu, 6 Oktober 2019 | 18:47 WIB

191006184817-tak-s.jpg

Robi Taufik Akbar


SUDAH 36 tahun jalur kereta api Cibatu-Garut yang jaraknya 19 Km, tidak beroperasi. Namun PT KAI kini sedang mengebut proses reaktivasi perlintasan KA. Bahkan, bantalan rel kereta sudah terpasang dan sudah dilakukan uji coba dari stasiun Cibatu sampai dengan stasiun Wanaraja.

Uji coba perlintasan KA dan kepastian bisa beroperasi pada tahun 2020 mendapatkan sambutan positif dari masyarakat yang mau menggunakan jasa kereta api menuju pusat Kota Garut.

"Kangen sudah ingin menaiki Kereta Api (KA) dari Cibatu-Garut. Saya hanya mendengar dari orangtua saja saat kecil kalau mau ke Garut kerap menggunakan kereta api," ujar Yuyun, warga Kecamatan Cibatu, Minggu (6/10/2019).

Dikatakan Yuyun, pingin cepat menaiki kereta api, sudah dirasakan saat proses pemasangan rel kereta api. Yang mana sudah merasakan rindu dengan keberadaan kereta api yang bisa mengantarkan ke Kota Garut.

"Kalau ke Bandung sudah biasa menggunakan kereta api, tetapi kalau ke Garut setiap mau belanja menggunakan angkutan umum. Selain rindu ingin menumpangi kereta api, kita akan mengetahui secara langsung indahnya pemandangan di sepanjang jalur tersebut," katanya.

Hal senada juga dikatakan Imas, warga Kampung Cinunuk, Desa Wanaraja. Menurutnya, rencana PT KAI, akan kembali mengoperasikan kembali perlintasan KA terdengar langsung saat Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, melakukan uji coba perlintasan.

"Kalau ke Garut nanti sudah tidak akan lagi menggunakan angkutan umum. Soalnya, kalau naik angkutan umum untuk bisa sampai ke pusat kota harus lagi naik angkot. Tetapi, kalau naik kereta api, ke pusat kota hanya tinggal jalan kaki," ucapnya.

Imas juga berharap, PT KAI dalam mengenakan tarif harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Jangan sampai tiketnya mahal melebihi angkutan umum.

"Yang pasti harga tiketnya harus murah dibandingkan naik angkutan umum," pintanya.

Keberadaan kereta api jurusan Cibatu-Garut, selain akan mempermudah akses menuju pusat kota, melainkan bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat yang berada tepat dengan keberadaan stasiun. Yang mana mereka bisa memanfaatkan lahan untuk dijadikan tempat berjualan.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR