Anak Muda Bandung Mulai Tertarik pada Industri Games

Bandung Raya

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 19:52 WIB

191005195926-anak-.jpg

Irwina Istiqomah


KOMITE Ekonomi Kreatif Kota Bandung menilai, ekosistem subsektor gim dari tahun ke tahun ada kemajuan baik dari sisi jumlah calon talent, fasilitas, dan berbagai acara seputar gim.

Apalagi, studio-studio gim di Bandung kian bermunculan dan menuai kesuksesan. Tim Bidang Gim Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung, Muhammad Ajie Santika mengatakan, perkembangan pesat dunia gim ini juga dilandasi kantor pusat Asosiasi Game Indonesia yang berlokasi di Bandung. Tak ayal, pergerakan pertumbuhan ekosistem gim di Bandung pun semakin proporsional.

"Di Bandung sekarang sudah ada program inkubator gim dari Indigo Game Startup oleh Telkom dan nanti akhir tahun ini di Bandung juga akan ada kegiatan game conference untuk meng-upgrade pengetahuan para talent di industri gim bernama IGDX," jelasnya di Mal Istana Plaza Bandung, Sabtu (5/10/2019).

Menurut Ajie, peminat di bidang gim dari kalangan milenial terbilang cukup banyak. Pasalnya, pertemuan rutin yang diadakan oleh Komunitas Game Developer Bandung bersama Asosiasi Game Indonesia selalu ramai.

"Jadi, memang banyak anak muda yang tertarik masuk ke industri gim dan menjadi pengembangan gim. Hanya saja masih ada penghalang yang cukup besar dari talent yang ingin masuk ke industri gim dengan kemampuan minimum yang dibutuhkan untuk terjun ke industri gim. Di sinilah peran komunitas dan asosiasi membantu menyiapkan para telent," terangnya.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO PT Link Net Tbk (First Media), Marlo Budiman menambahkan, pihaknya mendukung ekosistem gim melalui kompetisi pencarian bakat eSports bertajuk "First Warriors" yang digelar di enam kota, termasuk Bandung.

Melihat animo yang cukup besar di Kota Kembang dengan pendaftaran mencapai 2.400 orang, pihaknya berkeinginan untuk terus menghidupkan eSports di Kota Bandung. Marlo mengatakan, berbagai inisiatif untuk ikut mengembangkan ekosistem eSports di Indonesia, khususnya di Bandung.

"Bandung ini sebagai sebuah kota kreatif yang dinamis dan inovatif. Tentu butuh talenta-talenta muda yang akan terus mengharumkan nama Kota Bandung. Bukan hanya dalam lingkup kuliner, wisata, olah raga serta teknologi yang selama ini menonjol di Indonesia, tetapi juga dalam dunia gim," katanya.

Marlo melanjutkan, alasan masih mendominasinya kota besar di Pulau Jawa sebagai tempat untuk audisi lantaran berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang diluncurkan Maret 2019 menyebutkan bahwa kontribusi pengguna internet di Pulau Jawa menyumbang 55 persen pengguna internet di seluruh Indonesia.

Bahkan, Jawa Barat ternyata yang paling tinggi dengan memberikan sumbangan hingga 16,6 persen, diikuti Jawa Tengah (14,3 persen), Jawa Timur (13,5 persen), Banten dan DKI Jakarta (4,7 persen), dan Yogyakarta (1,5 persen).

"Sebagai kota kreatif Indonesia, Bandung bukan saja layak mendapat perhatian lebih, tetapi harus menjadi kota prioritas ketika inovasi menjadi pilihan. Sama dengan First Warriors yang merupakan inovasi kami untuk memberikan kesempatan bagi talenta-talenta muda menujukkan kemampuannya dan turut mengharumkan nama Indonesia dalam kompetisi eSports di kancah Internasional. Karena itu, kami memilih Bandung menjadi salah satu kota untuk audisi eSports First Warriors," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR