Gelar Pekan Kebudayaan Daerah, Jabar Tanggap Terhadap Kebijakan Pusat

Seni & Budaya

Jumat, 4 Oktober 2019 | 13:33 WIB

191004134312-gelar.jpg

whatsapp


PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar akan menggelar riksa budaya tematik dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Jabar 2019. Event ini merupakan turunan dari event nasional yaitu Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang untuk pertama kalinya digelar di Jakarta mulai 7 - 13 Oktober mendatang.

"Dengan demikian Pemprov Jabar merupakan provinsi yang tanggap terhadap kebijakan pemerintah pusat dengan menyelenggarakan PKD. Tema dari PKD Jabar 2019 adalah, Olahraga Tradisional dan Permainan Rakyat yang juga merupakan tema PKN. Adapun lokasi pelaksanaan event ini adalah Desa Cibuluh, Kec. Tanjung Siang, Kab. Subang," ungkap Kadisparbud Prov Jabar, Dedi Taufik, yang didampingi oleh Kabid Kebudayaan, Febiyani dalam siaran persnya, Jumat (4/10/2019).

Dijelaskan Dedi, rangkaian event ini di antaranya pemecahan 5 rekor sekaligus oleh 1000 siswa SD, seperti rekor menari permainan tradisional dan memainkan kolecer. Pada eveni ini, kata Dedi, pengunjung dapat pula menyaksikan sejumlah olahraga tradisonal jabar yang dikemas melalui lomba/pertandingan antar siswa sekolah serta tampilan dan sajian musik.

"Melalui event ini digagas pula rintisan desa wisata tematik yaitu desa wisata olahraga tradisional dan permainan rakyat. Disparbud Jabar juga akan menggelar dialog mengenai perkembangan olahraga tradisional dan permainan rakyat di Jabar," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kadisparbud Jabar menyampaikan, event ini digelar dengan tujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan nilai budaya dan kearifan lokal. Menurut Dedi, olahraga tradisional dan permainan rakyat merupakan dua  unsur dari 10 objek pemajuan kebudayaan yang diamanatkan oleh UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menjadi tanggung jawab pemerintah melalui program perlindungan pengembangan pemanfaatan dan pembinaan.

"Pekan kebudayaan daerah (PKD) Jabar ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh Kab/Kota di Jabar," ujarnya.

Dikatakannya, Jabar memiliki tingkat keragaman budaya yang tinggi dimana terdapat 3 zona budaya mulai dari Melayu-Betawi, Priangan, dan Cirebon Dermayon. Dengan demikian akan terjadi gerakan budaya yang menumbuhkembangkan nilai nilai budaya yang ada di seluruh wilayah Jabar.

Dedi Taufik menambahkan bahwa melalui gerakan budaya ini, maka Jabar optimis dengan kenaikan indeks pemajuan kebudayaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pula jumlah atraksi di destinasi wisata, sehingga dapat meningkatkan daya tarik pariwisata yang berujung peningkatan pertumbuhan ekonomian masyarakat Jabar secara keseluruhan

"Acara akan di meriahkan oleh penampilan seni dari Rita Tila, Bungsu Bandung, Nuki Darso, Nunung Nurmalasari, Mukti Mukti dan penampilan seni tradisional antaranya Calung, Penca Silat, Gembyung dan Angklung Buncis," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR