Pekan Kebudayaan Nasional Bakal Ramah Disabilitas dan Inklusif

Seni & Budaya

Kamis, 3 Oktober 2019 | 20:49 WIB

191003205048-pekan.jpg


KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan Pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang digelar pada 7 hingga 13 Oktober di Istora Senayan akan ramah disabilitas dan inklusif.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Sri Hartini di Jakarta, Kamis (3/10/2019) mengatakan mereka menyiapkan fasilitas untuk disabilitas mental dan neuro disabilitas.

"Kegiatan ini menjadi ruang tanpa batas usia, profesi, suku, pilihan politik, atau pun agama. Ini adalah ruang inklusif," kata dia.

Sebelum pelaksanaannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan diselenggarakan peluncuran Pekan Kebudayaan Nasional yaitu pada tanggal 6 Oktober mendatang.

Kegiatan pada peluncuran tersebut antara lain, ekshibisi permainan tradisional dan juga pawai budaya.

Dia mengatakan di PKN ada lima kegiatan utama, di antaranya kompetisi permainan rakyat, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa, dan pawai budaya dalam kegiatan PKN yang berlangsung di Istora Senayan itu.

Kemendikbud memperkirakan 15 ribu setiap harinya pengunjung akan datang. Semua itu tujuannya untuk masyarakat luas, tak lain sebagai ruang interaksi bagi berbagai komunitas sangat minim, akibat acap kali terjadi ketegangan sosiokultural.

Ada empat panggung utama yang disiapkan oleh Kemendikbud RI dalam acara tersebut, yaitu Panggung Nusantara, Panggung Kaebauk, Panggung Siger, dan Panggung Guyub.

Selain menggelar pameran dan kompetisi permainan tradisional, Pekan Kebudayaan Nasional 2019 juga akan menyuguhkan beragam pertunjukan seru, mulai dari ekshibisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa, hingga konferensi pemajuan kebudayaan.

Hadir pula sederet pegiat seni dan artis kenamaan Tanah Air setiap hari, beberapa di antaranya Rahayu Supanggah, Ki Manteb, Didi Kempot, Barasuara, Navicula, hingga Ras Muhamad, Maliq n d essential.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR