DP3APM Kota Bandung Targetkan 151 Wartek Terbentuk

Bandung Raya

Rabu, 2 Oktober 2019 | 17:56 WIB

191002175747-dp3ap.jpg

Digdo Moedji


DINAS Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung berharap agar Warung Teknologi (Wartek) yang ada di setiap kelurahan bisa terwujud. Wartek tersebut merupakan wadah bagi masyarakat atau kelembagaan yang berkecimpung pada kegiatan teknologi tepat guna (TTG).

Kepala Dinas DP3APM Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan, untuk bisa mewujudkan Wartek di setiap kelurahan, pihaknya melalui Seksi Pemberdayaan Teknologi Tepat Guna menggelar Pembinaan Teknologi Tepat Guna bagi Warung Teknologi Kewilayahan di Hotel Grand Pacifik Jln. Pasirkaliki, Bandung, Rabu (2/10/2019).

Bila dilihat dari jumlah kelurahan yang ada di Kota Bandung, ujar Tatang, yaitu sebanyak 151 kelurahan. Sehingga bila ada 151 kelurahan, maka akan terbentuk pula 151 Wartek. Namun demikian, sampai saat ini belum seluruh kelurahan memiliki Wartek.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan pembinaan TTG bagi para Wartek ini, bisa memotivasi bagi para lurah yang belum memiliki Wartek. Manfaat dari adanya Wartek tersebut, di antaranya bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk kehidupan sehari-hari. Pembinaan TTG bagi Wartek ini merupakan angkatan kedua pada tahun 2019 ini, sedangkan angkatan pertama sudah dilakukan pada bulan September kemarin," tuturnya.

Selain dibentuknya Wartek di setiap kelurahan, ujar Tatang, pihak DP3APM juga membentuk Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di tingkat kecamatan. Berdasarkan jumlah kecamatan yang ada di Kota Bandung, adalaha sebanyak 30 kecamatan. Dengan begitu, setiap kecamatan memiliki satu Posyantek.

"Prinsip dari program TTG ini adalah teknologi yang mudah dilakukan dan murah dalam menggunakan bahan-bahannya. Mudah dalam artian, barang-barang yang digunakan ada di sekeliling kita, dan bila perlu bisa menggunakan bahan-bahan dari barang bekas. Bila bahan-bahan yang digunakan adalah dari barang-barang bekas, otomatis harganya akan jauh lebih murah. Meski demikian, inovasi yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari," ucap Tatang didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Budaya Ekonomi Masyarakat, Kresnanda.

Selanjutnya Tatang menjelaskan, dalam hal permodalan bagi masyarakat atau kelembagaan yang ingin berkecimpung pada kegiatan TTG tersebut, pihaknya mendorong agar masyarakat dan kelembagaan tersebut untuk berswadaya. "Kita coba dorong mereka berswadaya, nantinya bila mereka telah memiliki satu inovasi dan dikembangkan bisa menghasilkan pendapatan. Tentunya pendapatan tersebut kembali lagi untuk masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kasie Pemberdayaan Teknologi Tepat Guna, Dra. Nurlaeli MH mengungkapkan, pada kegiatan pembinaan kali ini dihadirkan para narasumber dari inovator yang lebih dulu terjun di TTG baik untuk tingkat Kota Bandung, provinsi maupun nasional. Yaitu Dede Abdurahman Azis inovator alat tentang nutrisi tanaman dari Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong. Muhamad Jatnika alat tentang spiner dan alat pengupas bawang dari Kelurahan Kebon Jayanti, Kec. Kiaracondong. Saepul Andri pembuatan kaki dan tangan palsu dari Kecamatan Buahbatu, serta Fuzi Agus inovator alat pembuat egg rol, pencetak roti dan mesin pembuatan candil.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR