YBI Undang Presiden Jokowi "Membatik untuk Negeri" Bersama 500 Perajin

Seni & Budaya

Selasa, 1 Oktober 2019 | 21:47 WIB

191001215448-ybi-u.jpg

Tok Suwarto

Ketua Panitia Hari Batik Nasional 2019, Diana Santosa, menjelaskan rencana pagelaran puncak Hari Batik Nasional di Kota Solo

YAYASAN Batik Indonesia (YBI) di puncak peringatan Hari Batik Nasional mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membatik bersama 500 orang perajin batik di Istana Mangkunegaran, Solo, Rabu (2/10/2019).

Acara membatik secara massal bertajuk "Membatik untuk Negeri" di kawasan istana itu, dianggap sebagai simbol tempat kelahiran batik untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik tradisional Indonesia.

Ketua Panitia Hari Batik Nasional 2019, Diana Santosa, menjelaskan kepada wartawan di Balepeni Istana Mangkunegaran, Selasa (1/10/2019), pasar batik yang saat ini sedikit mengalami menurun diharapkan dapat bangkit kembali. Kegialan yang dipusatkan di Kota Solo tempat kelahiran batik, diharapkan menjadi simbol dukungan dan kecintaan pemerintah beserta masyarakat terhadap batik Indonesia.

"Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat pengrajin batik untuk terus berkembang demi kemajuan bangsa Indonesia. Selain itu, masyarakat umum depat menikmat akses informasi melalui Buku Batik Indonesia yang akan kami luncurkan," ujar Diana Santosa.

Ketua Panitia Hari Batik Nasional itu menambahkan, setelah batik ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda pada tanggal 29 September 2009, kewajiban kita adalah mempertahankan pengakuan UNESCO tersebut. Dalam pelestarian batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda, katanya, diperlukan tindakan nyata yang memenuhi komponen penilaian dari UNESCO, yaitu preservani, edukasi dan inspirasi kepada masyarakat terhadap aset budaya tersebut.

"Yayasan Batk Indonesia membantu pemerintah dalam mempertahankan pengakuan ini. Di acara Membatik untuk Negeri, kita gelar berbagai aktivitas yang terkait dengan proses pembatikan," jelasnya lagi.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR