Forum Keserasian Sosial Rancaekek Kabupaten Bandung Menggelar Sarasehan

Bandung Raya

Selasa, 1 Oktober 2019 | 20:15 WIB

191001201543-forum.jpg

Nana Sukmana

FORUM Keserasian Sosial (FKS) At-Ta’awun Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung menggelar Saresehan Forum Keserasian Sosial At-Ta’awun Desa Sangiang. Acara yang merupakan realisasi dari tahapan pelaksanaan Program Keserasian Sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia ini dilaksanakan di Aula Bale Desa Sangiang, Selasa (1/10/2019).

Ketua FKS At-Ta’awun Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Drs. H. Dedi S. Rakhmat mengatakan, sarasehan menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Drs Deddi Baidillah, M.Si.; Kepala Seksi PSKB Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, H. Muhammad Nur, B.Sw.; Sekretaris Kecamatan Rancaekek, Yulianto Yosman; Kapolsek Rancaekek, Kompol Imran Rosyadi, S.Ag,; dan Pendamping FKS Kabupaten Bandung, Dadang Wahidin.

"Kegiatan yang mengambil tema 'Melalui Keserasian Sosial Kita Jaga dan Rawat Kebinekaan Bangsa Indonesia dalam Bingkai NKRI' ini diikuti 100 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, aktivis PKK, dan pegawai aparatur desa," terang Dedi didampingi Sekretaris Heri Fahrul Roji, M.Pd.I. kepada galamedianews.com, Selasa (1/10).

Menurut Dedi, sarasehan yang dilaksanakannya ini sebagai tindak lanjut dari tahapan pelaksanaan program keserasian sosial yang dicanangkan oleh Kementerian Sosial untuk mengantisipasi dan menanggulangi konflik antarwarga, terutama antara warga pendatang (urban) dengan warga pribumi, seperti yang terjadi antara warga Papua dengan warga kota di Pulau Jawa.

"Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mencari kesepahaman masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Rancaekek agar bersama-sama mencegah konflik dan bersama-sama pula menciptakan suasana yang harmonis antarwarga," jelas Dedi.

Salah satu cara yang paling efektif dan sangat cocok untuk masyarakat Bandung yakni dengan cara menggali dan mengaktifkan kembali nilai-nilai kearifan lokal berupa kegotongroyongan sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

"Secara bersama-sama, sabilulungan menjalin lagi komunikasi dan kerja sama antarwarga sehingga suasana aman, damai, tentram, tenang tercipta di lingkungan kita," kata Dedi lagi.

Keserasian sosial, lanjut Dedi, merupakan sebuah proses untuk membangun, menjalin, memperkuat hubungan antara kelompok-kelompok di masyarakat dalam suatu wilayah tertentu berlandaskan kerbersamaan, keadilan, saling percaya dan semangat kekeluargaan.

"Untuk mencapai hal tersebut diperlukan rasa saling kenal, saling asih dan saling asuh secara intensif. Keseraian sosial juga menjadi penghubung untuk mewujudkan kerbesamaan," ujarnya.

Intinya, tegas Dedi, kegiatan ini dimaksudkan untun mencegah, meredam dan menghilangkan terjadinya konflik sosial di masyarakat sehingga diharapkan masyarakat dapat bersama sama mewujudkan keserasian sosial, keterkaitam satu dengan yang lain.Semuanya harus dibina dengan sikap toleran dan saling menghargai perbedaan. Selain itu, tuturnya, masyarakat harus bersinergi dengan aparat keamanan untuk menciptakan keamanan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR