Setahun Aa Umbara-Hengki Kurniawan: Jalan di KBB Mulai Mulus

Bandung Raya

Jumat, 20 September 2019 | 10:00 WIB

190920100220-setah.jpg

dok

ilustrasi

SETAHUN lalu, tepatnya 20 September 2018, Aa Umbara Sutisna dan Hengki Kurniawan diambil sumpahnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023. Terpilih melalui pesta demokrasi bersejarah yang menjadikan Aa Umbara sebagai Bupati Bandung Barat definitif ke-2 dan Hengki Kurniawan sebagai Wakil Bupati ke-3 sejak Kabupaten Bandung Barat berdiri tahun 2007.

Selama satu tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Aa Umbara dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan tampak menonjol dalam bidang perbaikan jalan. Di bidang jalan, tahun pertama memimpin Bandung Barat tak tanggung-tanggung mengalokasikan anggaran untuk jalan sebesar Rp160 miliar.

Anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur jalan dalam APBD 2019 menjadi yang terbesar sejak Kabupaten Bandung Barat berdiri 12 tahun lalu. Tahun sebelumnya, anggaran untuk bidang jalan mencapai Rp80 miliar.

Data dari Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat, sampai pertengahan September 2019 sudah 15 paket jalan yang sedang dan sudah dikerjakan. Panjang jalan dari 15 paket tersebut sekitar 40 kilometer. Bukan hanya dibeton, ruas jalan utama seperti di wilayah Cililin diperlebar menjadi 8 meter.

Sementara 65 paket lainnya sudah masuk tahap lelang. Sebagian besar jalan yang diperbaiki berupa beton dan rigid dengan prioritas wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Umbara mengatakan, perbaikan infrastruktur jalan mendorong industri pariwisata dan bisnis lokal menggeliat. Selain itu, program perbaikan infrastruktur jalan mendorong peningkatan akses bekerja bagi penduduk kota/pedesaan dan peningkatan akses perdagangan bagi penduduk/kota pedesaan.

"Saya ingin memenuhi janji politik pada saat kampanye lalu, akan memprioritaskan dan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan. Sebab saya memikili kenyakinan dengan akses jalan yang memadai bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat," kata Bupati.

Pada tahun 2020 alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan menembus angka Rp323 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Sebagian besar digunakan untuk perbaikan jalan di wilayah selatan.

"Dengan anggaran sebesar Rp 323 miliar bisa untuk membeton jalan sepanjang kurang lebih 67 kilometer. Ini berarti jalan rusak yang tinggal 15 persen bisa lecir di tahun 2020," jelasnya.

Total panjang jalan kabupaten mencacapai 525 kilometer yang terbagi dalam 108 ruas. Saat ini, sekitar 80 persen dalam kondisi baik dan 5 persen rusak ringan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR