Pemkab Garut akan Maksimalkan Sanitary Landfill dalam Menangani Sampah

Daerah

Kamis, 19 September 2019 | 20:11 WIB

190919201159-pemka.jpg


PEMERINTAH Kabupaten Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) akan memaksimalkan untuk merubah status dari pengelolaan sampah dengan sistem open dumping (pembuangan sampah dengan ditumpuk) menjadi Sanitary Landfill. Yakni memilah jenis sampah antara yang organik dan anorganik.

Sekretaris DLHKP Kabupaten Garut, Gurdiansyah mengatakan, berdasarkan Undang-undang nomor 18 tahun 2008, sudah tidak merekomendasikan sistem open dumping atau sampah ditumpuk tanpa ada pengolahan.

"Kalau tidak salah itu sampai 2019 akhir, kalau masih menggunakan sistem open dumping mungkin pemerintah pusat akan memberikan teguran ke daerah," ujarnya, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, Detail Engineering Design (DED) untuk TPA Pasirbajing sudah ada dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, Pemkab Garut tinggal mengimplementasikan hasil kajian provinsi tersebut.

Gurdiansyah menyebutkan, untuk mengimplementasikan DED itu pihaknya butuh dana sekitar Rp 30 miliar. Anggaran itu untuk pengadaan incenerator, alat berat, serta berbagai macam kebutuhan untuk penataan TPA.

"Bisa menggunakan jasa pihak ketiga, bukan dari asing. Karena kita menargetkan kedepan Garut bisa meningkatkan status pengelolaan sampah dari open dumping ke sanitary landfill," ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini Pemkab Garut tengah mempertimbangkan beberapa opsi, termasuk sistem pengelolaan sampah dengan Sanitary Landfill, hingga memikirkan break event point-nya (keuntungan) berapa lama.

Nantinya, terang Gurdiansyah, sampah organik dan anorganik akan dipilah. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis akan dipisah, nantinya sampah organik bisa saja jadi pupuk.

"Begitu juga dengan sampah anorganik akan dipilah, yang masih punya nilai ekonomis diambil dan , kerjasama dengan pengepul. Sedangkan yang sudah tidak terpakai kita hancurkan di incenerator, sampai tidak ada limbah," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR