Pilih Jadi Warga Biasa demi Cinta, Berapa Kompensasi Uang yang Didapat Putri Kaisar Jepang?

Dunia

Rabu, 18 September 2019 | 10:48 WIB

190918104755-pilih.jpg

dailymail


Kehadiran Putri Kako di Austria dalam kunjungan resmi negara mewakili pemerintah dan kekaisaran Jepang disambut publik Negeri Sakura. Ini karena sebelumnya dua dari saudara Kako memilih melepas gelar bangsawan, juga kewajiban menjalankan tugas kerajaan. Keduanya tak lagi menjadi bagian formal Tahta Krisantemum menyusul keputusan menikahi warga biasa.

Dikutip dari DailyMail beberapa waktu lalu, mengikuti kakak Putri Kako yang merupakan anak dari adik kaisar Jepang, Ayako menikah dengan Kei Moriya di usia 27 tahun. Sang suami yang terpaut lima tahun bekerja di perusahaan ekspedisi jasa pengiriman NYK Line. Pasangan ini menikah di Kuil Meiji Jingu pada 29 Oktober tahun lalu. Tentunya keputusan ini bukan tanpa konsekuensi dan kompensasi termasuk dalam bentuk uang.

Ayako masih keponakan ayah dari kaisar Jepang Naruhito.

Putri Mako dan Kei Komuro.

Putri Kako.

Langkah Ayako, putri Pangeran Takamodo, keponakan mantan Kaisar Akihito mengikuti keputusan Putri Mako yang mengumumkan pertunangannya tahun 2018. Meski demikian  Mako yang merupakan cucu tertua Akihito baru akan menggelar pernikahannya tahun depan. Ia bertunangan dengan guide yang juga teman kuliahnya, Kei Komuro.

Apa yang dilakukan para perempuan darah biru Negeri Sakura ini bukan hal yang tabu. Secara hierarki Tahta Krisantemum memang tak mengenal ratu sebagai penguasa monarki. Berbeda dengan anggota kerajaan wanita yang otomatis putus hubungan dengan istana, tidak demikian dengan anggota kerajaan pria yang menikahi warga biasa.

Mako dan Kako dalam sebuah kesempatan.

Kako dan Mako bersama ibu, Putri Kiko saat menyambut kaisar baru Naruhito.

Mako bersama kedua orangtuanya Pangeran Fumihito, Putri Kiko, kakek, nenek dan pamannya Kaisar Naruhito di istana resmi kaisar.

Ayako bertemu suaminya kini, Moriya setelah dikenalkan sang ibu, Putri Takamodo. Seperti Mako, ia mendapat sejumlah uang kompensasi senilai satu dolar AS atau sekitar Rp 14 miliar. Jumlah yang sama akan didapat putri Kaisar Naruhito, Aiko jika mengambil keputusan yang sama. Mengenai diundurnya tanggal pernikahan putri Mako, spekulasi menyebut hal itu terkait kritik mengenai latar belakang keluarga Komuro yang dinilai “tak sepadan”.

Pihak istana sendiri menegaskan tanggal pernikahan Mako ditangguhkan bukan karena persoalan keluarga atau pribadi. Penangguhan dilakukan karena detail persiapan yang massif. Selain itu tahun ini Jepang juga baru  saja melakukan  pergantian kaisar yang praktiknya memerlukan persiapan serius.

I see..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR