Inilah 10 Keutamaan Salat Tahiyyatul Masjid

Ragam

Senin, 16 September 2019 | 05:01 WIB

190915221024-inila.jpg

dokumen galamedianews.com


SALAT tahiyyatul masjid merupakan salat yang dilaksanakan sebanyak dua rakaat yang dilakukan seseorang saat masuk ke dalam masjid. Salat ini disyariatkan untuk setiap waktu ketika seseorang memasuki masjid dan memiliki maksud untuk duduk di dalamnya. Ini adalah pendapat dari Imam Asy-Syafi’i serta Ahmad bin Hambal yang kemudian juga diperkuat oleh Ibnu Baz, Ibnu Taimiyah dan juga Ibnu Al-Utsaimin –rahimahumullah.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714).

Jabir bin Abdilah–radhiyallahu ‘anhu juga berkata, “ulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jumat, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau langsung bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan salatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jumat, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia salat dua rakaat, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875).

Lalu, apa saja keutamaan dari salat tahiyatul masjid ini?

1. Bentuk pemuliaan pada masjid

Melaksanakan salat tahiyyatul masjid ini merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap masjid dimana merupakan rumah Allah atau baitullah. Menurut jumhur ulama, kedudukan dari salat sunnah ini adalah seperti pada saat mengucapkan salam di saat masuk rumah atau mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman.

Ini juga kembali ditekankan oleh Imam Nawawi rahimahullaah yang mengatakan, “Sebagian mereka (ulama) mengungkapkannya dengan Tahiyyah Rabbil Masjid (menghormati Rabb -Tuhan yang disembah dalam- masjid), karena maksud dari salat tersebut sebagai kegiatan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, bukan kepada masjidnya, karena orang yang memasuki rumah raja, ia akan menghormat kepada raja bukan kepada rumahnya.” (Hasyiyah Ibnu Qasim: 2/252).

2. Menutupi kekurangan salat wajib

Salat tahiyyatul masjid juga digunakan untuk menutupi kekurangan salat wajib. Hal ini tercermin dari sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang berarti, “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah salat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada salat hamba-Ku. Apakah salatnya sempurna ataukah tidak? Jika salatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam salatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).

3. Menghapus dosa dan ditinggikan derajat

Salat tahiyyatul masjid yang menjadi salah satu salat sunnah ini juga akan menghapus dosa dan meninggikan derajat, karena dengan memperbanyak sujud bisa dilakukan dengan cara menjalankan beberapa shalat sunnah seperti salat tahiyyatul masjid.

“Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda :”Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak salat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.”

Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim).

4. Cermin ketakwaan dan tawakkal

Melaksanakan salat tahiyyatul masjid juga merupakan salah satu cerminan dari tingkat ketakwaan dan juga rasa tawakkal atau berserah diri dari seorang hamba Allah pada Allah SWT. Salah satu salat sunnah ini adalah salah satu wujud dari kesungguhan serta tekad yang berasal dari seorang hamba yang dilakukan hingga rela menghabiskan waktu, tenaga bahkan mungkin hartanya hanya untuk mengerjakan salat sehingga lebih mendekatkan diri pada Allah.

Oleh karena itu, akan sangat wajar jika seorang hamba yang melakukan salat tahiyyatul masjid merupakan cerminan dari ketaatan serta ketakwaan pada Allah. Allah juga sudah menjanjikan berbagai pahala serta kemuliaan sebagai pahala dari menjalankan salat tahiyatul masjid ini.

5. Menyelesaikan masalah dalam hidup

Keutamaan lain dari salat tahiyyatul masjid adalah sebagai sarana dalam menyelesaikan segala macam permasalahan yang terjadi di dalam hidup. Dalam kehidupan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang paling mulia, beliau pernah mendapatkan masalah atau urusan sehingga membuat beliau menjadi prihatin dan resah sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih memperbanyak salat-salat sunnahnya.

Dalam hadits Qudsi, Allah SWT telah memerintahkan kepada manusia agar mengerjakan salat-salat sunnah dengan niat hanya karena Allah Ta'ala semata, yang dimulai dari sejak awalk hari paling sedikit empat rakaat, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya. (Sunan Ad-Darimi; Musnad Ahmad).

6. Menambahkan kesempurnaan salat fardu

Keutamaan dan juga manfaat dari menjalankan salat sunnah seperti salat tahiyatul masjid ini adalah untuk menyempurnakan salat fardhu. Dengan ini, jika ada kelalaian pada salat fardhu, lupa, kesalahan atau kekurangan maka bisa disempurnakan dengan salat sunnah tersebut.

Allah Ta'ala berfirman, "Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya." (QS. Al-Baqarah : 184).

Salat-salat sunnah atau yang juga disebut dengan salat tathawwu’ termasuk dalam wilayah kebajikan dari sisi ayat yang disebutkan di atas. Yang dimaksud dengan kata “itulah yang lebih baik baginya” adalah lebih memperbaiki dan menyempurnakan adanya kekurangan-kekurangan kebaikan pada yang wajib.

7. Sebagai bentuk rasa syukur

Salat tahiyyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala nikmat yang sudah diperoleh seperti nikmat rezeki, nikmat kesehatan, nikmat mendengar, nikmat bernafas, nikmat berjalan dan berbagai nikmat lain yang sudah Allah Ta'ala berikan.

Semasa hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada setiap malamnya selalu mengerjakan salat sunnah hingga kaki beliau bengkak. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya: bukankah Allah SWT telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang? Kemudian Nabi menjawab dan berkata:, Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?” (HR. Bukhari, Muslim).

8. Sebaik-baik amalan

Salat tahiyyatul masjid merupakan amalan yang paling utama. Tsauban berkata jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ““Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah salat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5: 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

9. Meraih wali Allah yang terdepan

Dengan rajin menunaikan salat sunah seperti tahiyatul masjid ini, maka seseorang akan dijadikan wali Allah yang sangat istimewa. Wali Allah yang dimaksud di sini bukanlah seseorang dengan ilmu sakti seperti dapat terbang serta memakai tasbih dan surban, namun orang yang beriman dan bertakwa.

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63)

10. Dianjurkan dan tidak bisa diremehkan

Salat tahiyyatul masjid merupakan salat yang sangat dianjurkan dan tidak dapat dianggap remeh dan dengan melaksanakan salat ini maka akan dimuliakan di surga karena sudah memuliakan masjid. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya kiamat adalah seseorang melalui (masuk) masjid, namun tidak melakukan salat dua rakaat di dalamnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).

Wallahu A'lam.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR