Saluran Limbah Cair yang Dicor TNI, Dadang Akui Banyak Pengusaha yang Bandel

Bandung Raya

Jumat, 13 September 2019 | 20:36 WIB

190913204116-salur.jpg

prfm


JAJARAN TNI dari Satgas Citarum Harum Sektor 4 kembali melakukan pengecoran dan penutupan saluran pembuangan limbah cair ilegal di Jalan Randukurung Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin (10/9/2019) lalu.

Penutupan tersebut dilakukan karena diduga tanpa proses instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Akibatnya, mencemari aliran Sungai Cikakembang yang bermuara ke Sungai Citarum.  

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M Naser menyatakan, pihaknya terus melakukan penertiban limbah pabrik. Ini dilakukan guna keberhasilan program Citarum Harum. 

Namun, Naser mengakui masih banyak banyak pabrik yang masih enggan mematuhi peraturan mengenai limbah yang berlaku di Kabupaten Bandung. 

“Saat ini sudah terbentuk melalui Kepres melalui citarum harum. Sedang terus ada penertiban, namun masih ada kucing-kucingan dengan pihak industri, makannya ada gerakan tutup atau betonisasi lubang-lubang dari pabrik-pabrik yang nakal,” ujarnya yang dikutip saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Jumat (13/9/2019).

Sejauh ini sanksi yang dilayangkan bagi pelanggar, Kata Naser, hanya kepada pemilik perusahaan saja, belum sampai sanksi pemberhentian operasional pabrik. Ia menuturkan, Pemkab Bandung masih terus melakukan pembinaan terhadap pemilik pabrik dalam upaya penyadaran. 

“Sanksi pidana tidak dengan menutup pabriknya, tapi menghukum pemiliknya. Karena ada 112 perusahan yang dibina pelanggaran hukum lingkungan. Dan melakukan penyadaran kepada pemiliknya,” tutupnya.

Sebelumnya, jajaran TNI dari Satgas Citarum Harum Sektor 4  juga  menutup saluran pembuangan limbah cair di anak Sungai Cisuminta yang bermuara ke Sungai Citarum di Kampung Cisirung, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis (5/9/2019).

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR