Kenangan Bupati Bandung Makan Lotek Bareng BJ. Habibie

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 20:48 WIB

190912204915-kenan.jpg

ist


BUPATI Bandung, Dadang M. Naser ikut berduka dan merasa kehilangan atas wafatnya Presiden Ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pasalnya, orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu mengaku memiliki kenangan saat bertemu di kediaman BJ. Habibie di Kota Bandung.

Saat ditemui di Rumah Dinas Bupati di Soreang, Kab. Bandung, Kamis (12/9/2019), Dadang menceritakan kenangannya saat bertemu Habibie dua tahun lalu.

"Jadi waktu itu, pak Habibie menelepon saya dan minta dibelikan lotek (makanan khas Sunda) yang enak. Beliau bilang ke saya, pak Bupati tolong belikan tolek yang enak, nanti saya ganti. Lalu saya bilang tidak usah diganti pak, nanti saya belikan," kata Dadang menceritakan perbincangannya dengan mendiang Habibie.

Saat itu, Dadang pun mengantarkan langsung lotek terenak di Bandung saat keduanya ada jadwal bertemu di kediaman BJ. Habibie di Kota Bandung, untuk berbincang soal rencana pembangunan Pesantren 1000 Habibie di Kec. Cimenyan, Kab. Bandung.

"Waktu itu saya makan lotek bareng dengan keluarganya, ngobrol bareng dan ngobrol tentang pembuatan Pesantren 1000 Habibie," ujarnya.

Dadang menuturkan, pesantren yang dimaksud yaitu pembangunan sekolah berbasis Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) dan Iman dan Takwa (IMTAK). Saat itu, BJ. Habibie pun menugaskan rencana pembangunan pesantren tersebut kepada putra pertamanya, Ilham Habibie untuk menindaklanuti.

"Tapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti soalnya komunikasinya sempat terputus, karena pada saat itu beliau (BJ. Habibie) sudah jatuh sakit dan harus rutin berobat. Jadi rencana tersebut tertunda," katanya.

Dirinya pun ingin menindaklanjuti dan mewujudkan keinginan almarhun untuk membangun pesantren tersebut. Bahkan, Dadang mengaku akan melakukan komunikasi kembali dengan anak pertama BJ Habibie, untuk mewujudkan cita-cita ayahnya itu.

"Waktu itu juga saya sempat sampaikan kepada pak Habibie, karena tanahnya ada di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan terbatas, dan etika pembangunannya harus diikuti. Beliau pun meresponnya dengan baik dan ingin agar pembangunannya berbasis lingkungan serta mengikuti aturan," ujarnya.

Lokasi Pesantren 1000 Habibie tersebut, kata Dadang ada di KBU atau tepatnya tidak jauh dari objek wisata Tebing Keraton. "Jadi nantinya lulusan sekolah tersebut katanya akan dibawa ke Jerman," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, mewakili masyarakat Kabupaten Bandung, Dadang mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian sosok yang dikenal sebagai bapak Dirgantara tersebut.

"Beliau bukan hanya Presiden, tapi bapak bangsa dan dikenal teknokrat yang unggul. Bukan hanya di Indonesia tapi dunia. Di Jerman pak Habibie sangat dihormati. Beliau tauladan yang baik untuk kaum milenial," ungkapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR