Duta Besar RI Oslo Ajak Norwegia untuk Tingkatkan Kerja Sama dengan Indonesia

Dunia

Kamis, 12 September 2019 | 20:14 WIB

190912201627-duta-.jpg

ist

BANYAK yang tidak mengetahui bahwa Norwegia adalah salah satu negara yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Indonesia, Todung Mulya Lubis, dalam sambutannya pada resepsi diplomatik untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Wisma Indonesia, Rabu (11/9/2019).

“Hubungan bilateral Indonesia dengan Norwegia bahkan sudah dimulai sejak tahun 1906, saat Konsulat Jenderal Norwegia berdiri di Batavia. Pada saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, Norwegia menjadi salah satu negara yang langsung mengakui kemerdekaan Indonesia. Hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia dimulai resmi pada 25 Januari 1950 dan tahun 2020 nanti, kita akan memulai perayaan 70 tahun hubungan diplomatic Indonesia-Norwegia”, ujar Duta Besar Mulya Lubis, dalam siaran persnya, Kamis (12/9/2019).

Resepsi diplomatik yang diselenggarakan KBRI Oslo tersebut merupakan kegiatan tahunan dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI. Pada tahun ini, sekitar 150 tamu memenuhi undangan KBRI Oslo untuk mengikuti resepsi tersebut. Para tamu terdiri dari kalangan diplomatik, pejabat pemerintahan dan parlemen Norwegia, pebisnis, akademisi, perwakilan kelompok masyarakat Indonesia dan friends of Indonesia di Norwegia.

Duta Besar Mulya Lubis juga turut menyampaikan harapan agar hubungan kerja sama Indonesia-Norwegia semakin meningkat dalam segala bidang. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak keunggulan untuk dijadikan partner kerja sama dalam berbagai bidang, antara lain mengingat jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relative stabil.

“Pertumbuhan ekonomi serta kondisi politik Indonesia dalam 20 tahun terakhir juga terhitung stabil, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2% per tahun. Indonesia juga menjadi negara yang menarik karena di Indonesia, modernitas dan demokrasi dapat berjalan bersama dengan praktik agama Islam yang banyak dianut mayoritas penduduk Indonesia. Masyarakat yang inklusif, komitmen terhadap perdamaian, kesetaraan, kebebasan beragama, berpendapat, dan penghormatan terhadap HAM merupakan hal-hal kecil yang menjadikan Indonesia negara yang menarik untuk diajak bekerja sama dalam berbagai bidang”, tambah Duta Besar Mulya Lubis.

Pada momen resepsi diplomatik tersebut, Duta Besar Mulya Lubis juga menyampaikan kepada para tamu berita duka cita meninggalnya Presiden RI ke-3, Bapak BJ Habibie. Duta Besar RI juga mengajak untuk mengheningkan cipta untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Bapak BJ Habibie. “Hari ini juga menjadi hari yang menyedihkan bagi Bangsa Indonesia, karena Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik yang dimilikinya”, ujar Duta Besar RI.

Resepsi diplomatik di Oslo juga menjadi ajang untuk kembali mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia. Kelompok Masyarakat Krama Bali Norwegia menampilkan tarian Legong Keraton yang mendapat sambutan meriah dari para tamu. Koki Andreas Paresthu dari Restoran Daun Muda Jakarta juga datang langsung ke Oslo untuk menyiapkan sajian spesialnya, seperti nasi goreng kambing, karedok, sate ayam manado, dan ayam sambal dabu-dabu.

“kami sangat senang acara hari ini berjalan lancar dan sukses. Selain meningkatkan silaturahmi dengan partner kerja sama, acara ini juga cukup efektif untuk kembali memperkenalkan kebudayaan dan kuliner Indonesia yang semakin banyak diminati oleh masyarakat Norwegia”, tambah Nilton Amaral, Pejabat Fungsi Politik KBRI Oslo. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR