Polres Garut Jaring 7.720 Pelanggar Selama Operasi Patuh Lodaya

Halo Polisi

Kamis, 12 September 2019 | 17:08 WIB

190912171017-polre.jpg

Agus Somantri

-Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, didampingi Kasatlantas Polres Garut, AKP Rizky Adi Saputro, mengecek kendaraan yang terjaring Operasi Patuh Lodaya 2019 di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Kamis (12/9/2019)

OPERASI Patuh Lodaya 2019 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia telah berakhir pada Rabu (11/9/2019) kemarin. Di wilayah hukum Polres Garut sendiri, jumlah pelanggar lalulintas yang terjaring mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun 2018 lalu, yakni mencapai hingga 166 persen.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, didampingi Kasatlantas Polres Garut, AKP Rizky Adi Saputro, mengatakan, selama digelarnya Operasi Patuh Lodaya 2019 jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Garut berhasil menjaring sebanyak 7.720 pelanggar di jalan raya.

"Dari jumlah tersebut, 5.465 pelanggar diberikan tindakan berupa tilang, sedangkan 2.255 pelanggar lainnya kita beri teguran," ujar Budi saat menggelar ekspose di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut, Kamis (12/9/2019).

Menurut Budi, pelanggaran lebih didominasi oleh pengendara roda dua atau sepeda motor, seperti tidak memakai helm yang jumlahnya mencapai 4.525. Namun secara umum, terang Budi, untuk jenis pelanggaran lainnya pun terjadi peningkatan selama berlangsungnya Operasi Patuh Lodaya 2019 di wilayah hukum Polres Garut ini.

"Untuk pelaku pelanggaran sendiri terbanyak dilakukan karyawan/swasta mencapai 2.789 pelanggar, disusul pelajar/mahasiswa 1.377 pelangggar. Barang bukti yang kita sita, paling banyak STNK yang jumlahnya 3.854, kemudian SIM 1.427," ucapnya.

Budi menyebutkan, selain kendaraan pribadi, kendaraan angkutan umum dan angkutan barang pun tak luput dari operasi yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Garut. Hasilnya, sebanyak 326 mobil angkutan barang dan 59 bus terjaring karena diketahui melakukan pelanggaran.

Budi menuturkan, tingginya angka pelanggaran yang terjadi selama 14 hari digelarnya Operasi Patuh lodaya 2019 tersebut menjadi catatan pihaknya dalam melakukan pembinaan tentang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalulintas.

"Kita akan fungsikan Dikyasa agar lebih masuk dan menyebar lintas sektor dalam pembinaan hal tersebut agar masyarakat Garut dan lalulintasnya lebih baik lagi," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR