Sebagian Besar Kendaraan di Tol Purbaleunyi Melanggar Dimensi dan Bobot

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 16:31 WIB

190912164232-sebag.jpg

Ginanjar Arief Pratama

Petugas memeriksa angkutan barang di Pool Pelayanan Lalulintas Tol Purbaleunyi, KM 120, Padalarang Barat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (12/9/2019)

SEJAK Januari sampai September lebih dari 3.000 mobil yang melintas di Tol Purbaleunyi diperiksa PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Dari hasil pemeriksaan sekitar 55 persen melanggar dimensi dan 35 pesen melanggar bobot kendaraan.

"Seperti untuk bobot maksimal kendaraan 12 ton, tapi kita pernah temukan sampai 38 ton. Berarti tiga kali lipatnya dari batas bobot maksimal," kata General Manager (GM) PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa di sela operasi Over Dimensi dan Over Load (Odol) di Pool Pelayanan Lalu Lintas Tol Purbaleunyi, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (12/9/2019).

Operasi ini melibatkan unsur kepolisian, Ditjen Perhubungan Darat dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wil IX Jabar.

Dia mengungkapkan, kasus kecelakaan di kilometer 91 sampai 93 sebagai besar penyebabnya karena over load dan over dimensi. Sepanjang tahun ini sudah empat kali kejadian lalu lintas di titik tersebut, paling parah peristiwa tabrakan beruntun yang terjadi pekan lalu.

"Sebenarnya tidak ada masalah pada ruas jalan KM 91 sampai.93. Malah sebelum tol beroperasi sudah dikaji dan dinilai kelayakan konstruksinya. Keamanan konstruksi di cek. Hasilnya tidak ada ketentuan yang tidak terpenuhi. Secara geometrik, ruas Tol Cipularang telah lulus uji laik fungsi dan laik operasi," tuturnya

Selain memeriksa bobot dan dimensi, lanjut Dwi, juga batas kecepatan kendaraan. Di Tol Purbaleunyi batas minimal kecepatan 60 kilometer per jam dan maksimal 80 kilometer per jam. "Kecepatan di bawah 60 kilometer per jam termasuk melanggar aturan," tandasnya.

Kanit I PJR Polda Jawa Barat, Otong Rustandi mengatakan untuk kendaraan yang terjaring operasi diberikan sanksi penilangan.

“Kendaraan yang ditilang kita keluarkan di gerbang tol Cikamuning agar tidak melanjutkan perjalanan melalui ruas tol Cipularang,” kata Otong Rustandi.

Operasi ini mengarah pada kendaraan besar terutama yang bersumbu lebih dari dua.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR