Ekonomi Mulai Sejahtera, Dua Peserta KPM PKH Mengundurkan Diri

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 10:49 WIB

190912105039-ekono.jpg

Engkos Kosasih


IMAS Titin dan Tini Kartuika M, keluarga penerima manfaat (KPM) dalam program keluarga harapan (PKH) memberikan contoh yang baik kepada warga lainnya, Kamis (12/9/2019).

Keduanya merupakan KPM kohor 2018, keduanya warga Kampung Sukatingal RT 03/RT 04/RW 06 Desa Santosa Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung  mengundurkan diri dari kepesertaan PKH. Alasannya, mereka sudah mampu secara ekonomi, dan memberikan kesempatan kepada warga miskin lainnya untuk menerima program serupa.

Imas mengaku mengundurkan diri (graduasi) dari KPM pada PKH karena hidupnya sudah lebih sejahtera dari sebelumnya, setelah menerima kadeudeuh dari program pemerintah tersebut.

"Saya keluar dari PKH karena sudah berkecukupan secara ekonomi dengan memiliki 5 ternak sapi dan usaha pertanian yang sudah cukup maju," aku Imas.

Demikian juga yang diungkapkan Tini Kartuika. Tini bersama keluarganya sudah bisa hidup mandiri dan berkecukupan secara ekonomi. Sehingga Tini memilih graduasi dari kepesertaan KPM PKH. Hal itu sudah menjadi pilihan bagi dirinya dalam membangun keluarga mandiri.

"Saya sudah memiliki usaha berdagang, untuk kehidupan sehari-hari. Dari hasil usaha itu sudah mempunyai dua buah kendaraan roda empat, untuk aktivitas berdagang," kata Tini.

Kedua KPM PKH tersebut mengundurkan diri setelah mengikuti pendampingan Methodology For Partisipatory Assessment (MPA) yang diikuti sekitar 32 peserta PKH. Kedua KPM itu mengaku merasa sudah tidak layak menerima bantuan dari pemerintah.

Usai kegiatan tersebut, pemdamping Ichsan Mustopa, S.Pd mendatangi rumah kedua peserta PKH tersebut untuk membuat pernyataan pengunduran diri karena sebelumnya Imas dan Tini minta mundur dari kepesertaan PKH.

Ichsan sempat berdiskusi dengan paa peserta PKH tersebut perihal kriteria KPM mampu dan tidak mampu sesuai dengan pendapat peserta PKH sendiri. Selain itu, pendamping menyampaikan 3 janji hati KPM PKH.

Pertama, untuk selalu hadir di acara pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2). Kedua, memeriksakan bumil, balita, disabilitas, lansia ke puskesmas, posyandu, day care. Ketiga, jika peserta sudah mampu secara ekonomi  melaporkan diri ke pendamping untuk graduasi mandiri.

"Imas dan Tini, setelah mengundurkan diri dari PKH, diharapkan hidupnya semakin sejahtera. Termasuk peserta lainnya," ucapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR