Kisah Guru Berprestasi, Maya Kusmayanti

Dinas Pendidikan Jabar

Rabu, 11 September 2019 | 21:30 WIB

190911213146-kisah.jpg

Disdik Jabar

GURU atau tenaga pendidik adalah sosok paling berjasa dalam dunia pendidikan. Tidak mudah menjadi seorang guru yang dituntut harus profesional dalam mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih bahkan memberikan penilaian serta melakukan evaluasi kepada peserta didik.

Selain itu, tak sedikit dari mereka harus mengabdikan dirinya dengan mengedepankan kepentingan peserta didik dibandingkan urusan pribadi.

Guru juga tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga harus menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas.

Definisi-definisi tersebut dikedepankan guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Bandung, Maya Kusmayanti. Menurutnya, menjadi guru itu memiliki tantangan tersendiri karena profesi ini berkaitan dengan masa depan anak bangsa. Guru juga harus memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan serta menguasai bahan ajar yang akan diajarkan kepada siswa.

"Sebagai seorang pendidik, sikap dan perilaku guru menjadi panutan bagi siswa. Maka dari itu, budi pekerti dan akhlak pendidik harus terus diperbaiki," ujar Maya saat diwawancara, Rabu (11/9/2019).

Selain menjadi seorang pendidik, Maya juga disibukkan dengan tugasnya sebagai Humas SMKN 13 Bandung. Menurutnya, fungsi humas di sekolah bisa membantu menetralisasi persoalan sekolah. Sesuai tugasnya, kerja humas memiliki fungsi ganda, yakni fungsi internal dan eksternal. Tugas humas eksternal, antara lain membina, mengatur, dan mengembangkan hubungan dengan komite sekolah serta membina pengembangan antara sekolah dengan lembaga pemerintahan, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya.

Berbagai prestasi pernah diraih guru PKN Berkonstitusi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII ini. Maya sukses menjadi juara 1 Guru PKN Kelompok SMK Kemendikbud dan juara harapan 1 Guru PKN Berprestasi Tingkat Nasional 2018.

Maya pun mengajak semua guru agar aktif membentuk kepribadian siswa. Hal ini sesuai instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy yang menyatakan bahwa semua guru harus melakukan introspeksi supaya tampil berwibawa dan disegani oleh siswa.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR