Pemkab Garut Bakal Perluas TPA Pasirbajing

Daerah

Rabu, 11 September 2019 | 16:33 WIB

190911163500-pemka.jpg

Agus Somantri

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Uu Saepudin

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut akan memperluas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di kawasan Pasirbajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Uu saepudin, mengatakan perluasan lahan dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah seperti yang kerap terjadi di kawasan perkotaan Garut.

"Pemkab Garut telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan lahan baru seluas 5 hektare, mengingat TPA saat ini kondisinya sudah over kapasitas," ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Menurut Uu, selama ini produksi sampah di wilayah Garut cukup banyak, setiap harinya mencapai hingga 200 ton sampah terdiri dari sampah rumah tangga dan industri.

Uu menyebut, ratusan ton sampah yang melimpah itu tentunya harus bisa diselesaikan agar tidak sampai terjadi penumpukan, terutama di kawasan perkotaan atau tempat pembuangan sementara (TPS).

"Makanya kita akan tambah luas lahan TPA di sana (Pasirbajing) yang sebelumnya 12 hektare menjadi sekitar 17 hektare, atau ditambah sekitar 5 hektare," ucapnya.

"Makanya kita tambah luas lahan TPA di sana yang sebelumnya 12 hektare sekarang ditambah 5 hektare," ucapnya.

Uu menuturkan, lahan yang akan dijadikan TPA sampah tersebut sebelumnya merupakan lahan yang tidak produktif dan lokasnya cukup jauh dari pemukiman penduduk atau rumah warga.

Namun demikian diungkapkan Uu, kapasitas penampungan sampah itu perlu adanya pengaturan sejak dari sumber sampah, agar tidak terlalu banyak dibuang ke TPA Pasirbajing. Uu menyebutkan, pembenahan sampah tersebut tidak hanya dari aspek sarana dan prasarananya saja.

"Tetapi dari sisi SDM juga perlu dibenahi dengan terlebih dahulu dicoba untuk mengolah sampah," ucapnya.

Uu menambahkan, selain memperluas lahan TPA, Dinas Kebersihan juga saat ini telah memiliki sebanyak 5 armada truk baru yang siap beroperasi untuk mengangkut sampah dari TPS-TPS di wilayah perkotaan Garut ke TPA Pasirbajing.

Uu pun berharap, dengan adanya tambahan lima unit truk sampah tersebut bisa meminimalisasi adanya tumpukan sampah, terutama di kawasan perkotaan, sehingga semakin terlihat bersih dan indah.

"Meski jumlah armada pengangkut sampah ini masih belum ideal, tapi setidaknya bisa meminimalisir adanya tumpukan sampah. Mudah-mudahan di tahun 2020 nanti ada penambahan lagi," katanya.

Investor Asing
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Gurdiansyah, menyebutkan, ada empat investor asing yang menawarkan alat pengelolaan sampah untuk ditempatkan di TPA Pasirbajing, yaitu Korea, China, Jerman dan Amerika.

"Khusus Korea menawarkan investasinya Rp56 milyar. Tapi diantara investor itu belum ada satupun yang dipilih, karena masih harus dilakukan kajian lagi azas manfaatnya bagi masyarakat, karena investasi Rp56 milyar itu cukup besar,” ujarnya.

Menurut Gurdiansyah, ada beberapa kriteria yang berbeda dari keempat investior yang menawarkan investasi itu. Mulai dari kemanfaatannyya, break even point berapa tahun. Semua kriteria itu berpengaruh pada harga.

Masing-masing investor, terang Guriansyah, ada yang menawarkan menjadi pembangkit listrik tenaga sampah, bahan bakar, dan ada juga yang menawarkan menjadi pupuk organik.

"Namun yang memungkinkan, adalah pembangkit listrik tenaga sampah, karena disitu ada gas metan yang berpotensi untuk menjadi pembangkit listrik tenaga sampah," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR