Renovasi Alun-Alun dan Kebahagiaan Warga

Citizen Journalism

Rabu, 11 September 2019 | 06:13 WIB

190911061456-renov.jpg

ilustrasi

ISU yang menghangat di Sumedang akhir-akhir ini adalah rencana renovasi Alun-alun Sumedang. Rencana ini memang menjadi janji Bupati Sumedang. Mulai direalisasikan tahun 2019.

Diperkirakan butuh anggaran sampai Rp18 miliar. Masyarakat ada yang menyambut positif, dikarenakan alun-alun adalah simbol kota Sumedang. Disisi lain ada pula kekhawatiran masyarakat terkait penertiban para pedagang kaki lima yang selama ini mencari nafkah disana.

Renovasi alun-alun kota menjadi lebih modern dan hijau pernah menjadi salah satu program unggulan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, saat menjabat menjadi walikota Bandung. Salah satu tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kebahagiaan kota Bandung, yang terukur  dalam capaian index of happines.
Harapannya, warga akan lebih bahagia karena sering berkumpul, bersantai dan bersenang-senang di taman kota yang asri dan nyaman. Sumedang nampaknya ingin juga meniru program ini.

Benarkah dengan renovasi alun-alun akan membuat warga bahagia? Tergantung juga pada definisi bahagia. Jika bahagia didefinisikan sebagai rasa senang untuk bersenang-senang dan bersantai, mungkin warga akan merasakannya ketika bermain di alun-alun dan taman kota yang baru. Hanya saja, kebahagiaan itu mudah tergerus jika kembali ke rumah, mengingat kondisi ekonomi yang semakin sulit, pendidikan semakin mahal, biaya kesehatan semakin tinggi.

Kebahagiaan warga sebenarnya tidak muluk-muluk. Yakni meningkat taraf ekonomi, harga-harga terjangkau, pendidikan murah, biaya kesehatan murah. Semuanya itu kebutuhan pokok yang selayaknya dipenuhi oleh negara. Adapun rekreasi, senang-senang adalah kebutuhan pelengkap kebahagiaan.

Upaya pemerintah untuk membahagiakan warga dengan membangun fasilitas taman memang perlu diapresiasi positif. Hanya saja, warga pun menuntut pemerintah untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok. Bahkan sektor ini harus lebih diutamakan. Anggaran yang demikian besar untuk renovasi alun-alun apakah sudah sebanding dengan subsidi untuk ekonomi, kesehatan dan pendidikan? Mana yang lebih prioritas.

Selain itu, setelah alun-alun baru selesai. Perlu dibuat peraturan yang tegas agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar norma agama. Seperti aktivitas pacaran, berdua-duaan. Atau campur baur tanpa hajat. Jangan sampai demi meraih bahagia sesaat, malah melanggar syariat.

Karena sejatinya, bahagia bagi warga apalagi kaum muslim adalah terpenuhinya segala kebutuhan dalam rangka beribadah kepada Allah, dengan tujuan mendapat Ridha Allah. Dan peran negara/pemerintah adalah penggembala yang mengurusi urusan rakyatnya, memenuhi setiap kebutuhan rakyatnya. Hingga rakyatnya menjadi bahagia dan sejahtera.


Idea Suciati
Member Komunitas Pena Islam (Kalam) dan
Warga Sumedang
[email protected]


Seluruh materi dalam naskah ini merupakan tanggung jawab pengirim. Gugatan, somasi, atau keberatan ditujukan kepada pengirim.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR