Hakim Kabulkan Gugatan Warga, Batalkan IMB Guest House di Setraduta

Meja Hijau

Selasa, 10 September 2019 | 13:18 WIB

190910131933-hakim.jpg

Lucky M. Lukman

SETELAH berjuang berbulan-bulan, warga Setraduta Blok L5 Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi bisa bernafas lega. Gugatan yang dilayangkan terkait keberadaan guest house di sekitar tempat mereka tinggal, akhirnya dikabulkan secara seluruhnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Dalam sidang agenda putusan yang digelar di PTUN Bandung, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019), Majelis Hakim mengabulkan gugatan warga terkait izin mendirikan bangunan (IMB) guest house tersebut. Hakim pun meminta Pemerintah Kota Cimahi selaku tergugat untuk membatalkan IMB.

"Mengabulkan gugatan penggugat secara seluruhnya. Membatalkan IMB yang diterbitkan tergugat," ujar Majelis Hakim PTUN yang diketuai Husban, saat membacakan amar putusan.

Dalam perkara ini, warga Setraduta Blok L5 Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi menggugat Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi. Objek perkara yakni penerbitan IMB Rozzelle Guest House.

Usai persidangan, kuasa hukum warga Denny Chandra, S.H., menyatakan, dengan putusan tersebut Pemkot Cimahi wajib mencabut IMB yang diterbitkan untuk guest house tiga lantai itu. Pemkot Cimahi diberi waktu 14 hari sampai putusan inkrah.

"Ini kan baru keputusan tingkat pertama. Pihak tergugat diberikan waktu 14 hari. Jadi kalau dalam waktu 14 hari tidak ada keberatan atau banding dan itu inkrah, (IMB) harus dibatalkan," terang Denny didampingi Johannes Joshua Mulia, S.H., dan Apriliana Mart Siregar, S.H.

Lebih lanjut Denny menyatakan, putusan hakim yang mengabulkan gugatan kliennya dinilaj tepat. Pasalnya, dalam persidangan bukti dan fakta sudah sesuai. "Dasar hukum sudah ada, bukti dan saksi juga sudah kuat. Menurut kami hakim sudah sangat tepat mengabulkan gugatan kita," tegasnya.

Denny menegaskan, pencabutan gugatan tersebut bukan serta merta meminta pemilik hotel merobohkan bangunan guest house. Putusan tersebut lebih agar Pemkot Cimahi mencabut IMB dan mengubah fungsi bangunan ke fungsi semula sebagai tempat tinggal.

"Jadi dengan putusan ini bangunan itu harus dikembalikan ke awal fungsinya, karena komplek itu peruntukannya perumahaan hunian. Bukan harusnya diruntuhkan, harus dikembalikan ke perumahan," terangnya.

Sementara itu, salah seorang kuasa hukum pihak guest house, Ramses Nainggolan, enggan berbicara banyak. "Nanti saja ya nanti," katanya saat dihubungi via telepon.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR