Aplikasi Konseling Daring "Byeprob" Raih Penghargaan Best of the Best

Dinas Pendidikan Jabar

Senin, 9 September 2019 | 22:33 WIB

190909214406-aplik.jpg

ist

KERESAHAN seorang siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bandung mengenai stigma buruk terhadap siswa yang melakukan konsultasi kepada guru bimbingan konseling (BK), menciptakan penemuan baru. Dialah Yuba Darmawan, pencipta aplikasi bimbingan konseling daring. Aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagi cerita kepada guru BK ini, diberi nama "Byeprob".

Yuba membuat aplikasi tersebut setelah melihat permasalahan yang kerap terjadi di dunia pendidikan Indonesia. "Inovasi terbaru ini hadir untuk menghilangkan mindset siswa yang tidak ingin berbagi cerita kepada guru BK karena takut dilabeli sebagai anak nakal," ujarnya saat diwawancarai, Senin (9/9/2019).

Oleh karena itu, Yuba menilai, aplikasi daring ini bisa memberikan solusi. Kekhawatiran dan ketakutan peserta didik bisa teratasi dengan fitur terbaru yang bisa diakses oleh setiap siswa.

Siswa yang masih duduk di bangku kelas XII ini mengatakan, penemuannya itu akan segera dioperasikan pada akhir 2019. Namun, ia masih mencari tim yang bisa menangani Byeprob dengan baik.

"Saat ini saya masih mencari tim. Target selanjutnya, aplikasi ini bisa diterapkan di sekolah tahun ini," harapnya.

Ternyata, karya Yuba yang membanggakan itu diganjar penghargaan di tingkat internasional. Ia dinobatkan sebagai best of the best invention dan meraih silver medalian di ajang "Korea International Youth Olympiade 41".

"Lomba tersebut menampilkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat untuk jangka panjang," ucapnya.

Yuba mengungkapkan, penemuannya itu dihasilkan dari imajinasi yang kerap terlintas dalam pikirannya. Kemudian, ia tuangkan dalam bentuk aplikasi. Terdapat 2 fitur dalam aplikasi Byeprob ini, yaitu "Share Your Story" dan "About Myself" dengan kegunaannya masing-masing.

Pada fitur Share Your Story, siswa bisa menceritakan permasalahannya dan memilih guru BK yang diinginkan. Sedangkan di fitur About Myself, berkaitan dengan karier, cara belajar, tentang diri, dan ditambah database alumni.

"Penggunaan aplikasi ini diawali log in terlebih dahulu memakai nomor kartu pelajar, kemudian pilih Share Your Story. Bila sang pengguna tidak ingin diketahui namanya, bisa menggunakan fitur anonim," jelas Yoba.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR