Geopark Gunung Sewu Pertahankan Masuk UNESCO

Pariwisata

Senin, 9 September 2019 | 15:07 WIB

190909150846-geopa.jpg

(Wilujeng Kharisma/"PR"

Kawasan karst Geopark Gunungsewu, Kab. Gunungkidul, DIY.


GEOPARK Gunungsewu di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali memperoleh kartu hijau (green card) dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) karena mampu mempertahankan keanggotaan di UNESCO Global Geopark.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Hary Sukmono di Gunung Kidul, Senin (9/9/2019) mengatakan berdasarkan sidang dari Dewan UNESCO yang membidangi geopark menyimpulkan bahwa hasil revalidasi Geopark Gunungsewu masih layak menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG).

"Dari hasil sidang UGG Council, Geopark Gunungsewu meraih kartu hijau atau green card. Jadi kami masih ikut keanggotaan UNESCO," ucapnya seperti dikabarkan wartawan PR, Wilujeng Kharisma.

Hary mengatakan, hasil tersebut sesuai dengan harapan semua pihak. Pada saat revalidasi berlangsung, Pemkab Gunung Kidul berkeyakinan mampu mempertahankan status keanggotaan di UNESCO. Namun demikian, Pemkab Gunung Kidul belum mendapat surat resminya karena baru akan diserahkan pada saat acara konferensi UGG di Jeju, Korea Selatan di tahun depan.

"Yang jelas, hasil revalidasi sukses dan status dari UNESCO dapat dipertahankan,” tuturnya.

Status UGG Gunungsewu memiliki makna penting untuk keberadaan kawasan karts Gunungsewu. Menurutnya, dengan status tersebut, selain untuk menjaga keberadaan situs dengan upaya konservasi, juga berperan untuk program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Pengukuhan status memang dibutuhkan, tapi yang paling penting keberadaannya bisa memberikan manfaat. Selain itu, status UGG Gunungsewu dapat mempercepat pengembangan pariwisata Gunung Kidul, terlebih dengan dioperasikannya penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo," katanya.

Bahkan, dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta (BIY), ia berharap mampu membawa wisatawan mancanegara ke objek wisata di Gunung Kidul. Sehingga, Gunung Kidul menjadi destinasi wisata unggulan di DIY, khususnya wisata pantai.

"Saat ini, jumlah wisatawan mancanegara yang ke Gunung Kidul sudah mencapai 23 ribu, dengan adanya penerbangan internasional diharapkan lebih banyak lagi wisatawan yang ke Gunung Kidul," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR