2.400 Taekwondoin Kota Bandung Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Sport

Minggu, 8 September 2019 | 18:03 WIB

190908180423-2-400.jpg

R. Ris Imantoro

Peserta Ujian Kenaikan Tingkat saat melakukan tendangan ke papan, pada saat ujian kenaikan tingkat taekwondo Kota Bandung, yang berlangsung di Laga Tangkas Komplek SPOrT Jabar Arcamanik Bandung, Minggu 8 September 2019


SEBANYAK 2.400 taekwodoin dari 156 unit taekwondo anggota Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk geup 10 (sabuk putih) sampai geup 2 (sabuk merah strip satu), yang berlangsung di Laga Tangkas Komplek SPOrT Jabar Arcamanik Bandung, Minggu 8 September 2019.

"Kali ini yang ikut ujian kenaikan tingkat mencalai 2400 orang dari 156, bisa dikatakan untuk pertengahan tahun ini memang terbilang banyak," ungkap ketua ujian kenaikan tingkat Agus Ramdhan, saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Agus juga mengatakan, kalau yang ikut UKT ini merupakan atlet asal Kota Bandung dan berlatih di unit yang ada di Kota Bandung.

"Semua merupakan atlet taekwondo Kota Bandung yang mengikuti UKT sekarang, selama satu tahun ini kita menggelar UKT empat kali," tegasnya.

Menurutnya kegiatan UKT ini digelar setiap 3 bulan sekali dan animo para taekwondoin untuk ikut sangat besar, selain itu dengan banyaknya taekwondoin ikut serta, maka Bandung tidak akan kekuarangan atlet taekwondo.

"Banyak potensi yang kita miliki dan ini bisa menjadi langkah yang baik dengan demikian pembinaan taekwondo di Kota Bandung sangat baik," tegasnya.

Khusus untuk sabuk biru dan merah ada ujian khusus dengan memecahkan sebuah benda selain mendemonstrasikan jurus. "Jadi mereka harus memecahkan papan selain mendemonstrasikan jurus, yang kita liat tentunya tehniknya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab TI Bandung Dedi Heryadi mengatakan kalau UKT kali ini merupakan ujian pertana dibawah kepengurusan Pengcab TI Kota Bandung masa bakti 2019-2023.

"Ya ini UKT pertama dibawah kepengurusan saya dan ternyata peserta sangat banyak hingga 2400 peserta bahkan didalamnya ada kaum disabilitas yang ikut," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR