SMKN 2 Bandung Kembangkan SMK Rujukan

Dinas Pendidikan Jabar

Kamis, 5 September 2019 | 14:42 WIB

190905134240-smkn-.jpg

ist

PELAKSANAAN bantuan pemerintah pembangunan sekolah menengah kejuruan (SMK) rujukan tahun 2018 telah dialokasikan oleh Direktorat Pembina SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal ini sebagai upaya mewujudkan SMK rujukan bagi SMK di sekitarnya. Selain itu, mempercepat terpenuhinya standar nasional pendidikan, dengan harapan angka partisipasi pasar (APK) setiap kabupaten/kota meningkat dan menguatkan pendidikan bidang kejuruan.

Program pengembangan SMK rujukan ini bisa tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan setiap SMK rujukan memiliki minimal 3 SMK aliansi. Selain itu, SMK tersebut harus memiliki program keahlian yang sama agar berkembang menjadi SMK rujukan. Salah satunya, SMKN 2 Bandung.

Staf Humas SMKN 2 Bandung, Rohendi mengatakan, pengembangan SMK rujukan sebagai upaya mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SMK serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana pendidikan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SMK.  

“SMK bertanggung jawab penuh terhadap persiapan perencanaan dan pelaksanaan pengembangan SMK rujukan (administrasi, fisik, dan keuangan) sesuai peraturan perundangan,” tutur Rohendi, dalam "Workshop Sosialisasi Program Peningkatan Pembelajaran SMK Melalui Bantuan Pengembangan SMK Rujukan Tahun 2019" di SMKN 2 Bandung, Jalan Ciliwung No. 4, Kota Bandung, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, lanjutnya, membahas mengenai penyelarasan kurikulum berdasarkan dunia kerja, memagangkan guru produktif, dan menyusun bahan ajar. Kemudian, pemaparan yang berkaitan dengan pengimplementasian gerakan literasi sekolah dan penguatan pendidikan karakter.

“Poin-poin tersebut penting untuk menyukseskan program SMK rujukan. Berbagai pengembangan pun dilakukan, termasuk peningkatan bank soal berbasis higher-order thinking skills (HOTS), web, dan media sosial. Juga pembelajaran yang berkaitan dengan revolusi industri 4.0,” paparnya.

Terlebih, tambah Rohendi, melihat bonus demografi tahun 2010 - 2025 merupakan periode emas Indonesia untuk mempersiapkan generasi baru. "Momentum ini harus dimanfaatkan guna melakukan investasi sumber daya manusia agar menghasilkan generasi baru yang lebih terampil dan memiliki daya saing tinggi," ungkapnya.

Berikut sosialisasi program SMK rujukan:

1. Memberikan informasi tentang ditunjuknya SMKN 2 Bandung sebagai penyelenggara SMK rujukan
2. Menjelaskan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penyelenggaraan program SMK rujukan
3. Pemaparan kerja sama dengan industri, dalam hal ini PT Cipta Sinergi Manufakturing (CSM) Cimahi
4. Membentuk kelas industri untuk kompetensi keahlian permesinan
5. Mengirim guru-guru untuk magang di PT CSM
6. Sinkronisasi kurikulum dg PT CSM
7. Membentuk program teaching factory dengan PT CSM
8. Pelaksanaan job matching di SMKN 2 Bandung pada 24 September 2019

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR