Ema Sebut Penetapannya Sebagai Sekda Tak Diwarnai Penolakan

Meja Hijau

Selasa, 3 September 2019 | 16:42 WIB

190903164400-ema-s.jpg

Lucky M. Lukman

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna hadir sebagai saksi dalam perkara gugatan yang dilayangkan Benny Bachtiar terhadap Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Ema dalam kesaksiannya menyebut pelantikan dirinya sebagai Sekda Kota Bandung berjalan sesuai prosedur dan tanpa ada penolakan.

"Semenjak saya dilantik (sebagai sekda), tidak ada penolakan baik dari ASN Pemkot Bandung, Pemprov Jabar maupun Kemendagri," kata Ema di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (3/9/2019).

Ema yang dihadirkan sebagai saksi oleh pihak tergugat itu menambahkan, selama dirinya dilantik menjadi Sekda Kota Bandung sudah beberapa kali menggantikan Wali Kota Bandung menghadiri berbagai kegiatan resmi, baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Seperti saat menghadiri pemberian penghargaan goverment award di Padang, beberapa waktu lalu dan ground breaking jembatan layang di Ahmad Yani-Supratman, hari ini.

Majelis hakim pun menyinggung soal penolakan terhadap Benny yang dilakukan oleh ASN Pemkot Bandung dan DPRD Kota Bandung. Ema pun membenarkan. Hanya saja, ia tahu hal itu setelah mendengar informasi dari sesama ASN lainnya.

"Saya tahunya setelah mendengar dari rekan sesama ASN. Alasannya kenapa, saya juga tidak tahu. Soal penolakan secara tertulis, saya tidak pernah mendengar dan melihat ada penolakan tertulis. Yang pasti saya hanya mendengar (informasi) saja," terang Ema.

Selain itu, dalam persidangan Ema juga disodorkan beberapa pertanyaan seputar seleksi terbuka sekda. Termasuk soal pelantikan dirinya menjadi sekda menggantikan Benny Bachtiar yang diusulkan oleh Wali Kota sebelumnya, Ridwan Kamil.

"Saat Pak Ridwan Kamil mengusulkan nama penggugat (Benny), saya tahu di media. Secara langsung fisiknya (surat rekomendasi) saya tidak melihatnya, hanya informasi saja," ujar Ema menjawab pertanyaan hakim ketua soal rekomendasi Kemendagri terkait Sekda Kota Bandung.

Setelah wali kota dijabat Oded M. Danial, lanjut Ema, kemudian diajukan usulan calon pengganti Sekda Kota Bandung dari sebelumnya Benny Bachtiar menjadi dirinya. "Apa isi surat usulan itu, saksi mengetahuinya? tanya hakim.

"Saya tahu dan melihatnya. Isinya merevisi surat pengajuan awal. Intinya bahwa Wali Kota definitif mengubah usulan nama (calon sekda) sebelumnya," jawab Ema.

Majelis hakim lalu bertanya apakah saat Ema diusulkan menjadi Sekda Kota Bandung, Wali Kota Bandung berkordinasi dengan Pemprov Jabar dalam hal ini Gubernur Ridwan Kamil, Komisi ASN atau Kemendagri.

"Saya tidak tahu (komisi ASN). Kalau dengan Pemprov (koordinasi) dilakukan. Yang saya dengar Pak Oded dan Pak RK bertemu di Gedung Pakuan, kemudian ke Kemendagri. Selanjutnya ada lagi pertemuan antara Pemkot dan Pemprov Jabar," ungkapnya.

Kendati begitu, Ema mengaku tidak mengetahui alasan Wali Kota Oded M Danial mengusulkan dirinya sebagai sekda. Namun Ema memaknai semua itu merupakan kewenangan dan otoritas Oded M Danial sebagai Wali Kota Bandung.

Usai persidangan, Ema mengaku dihadirkan ke persidangan sebagai saksi fakta. Ia hanya menjelaskan apa yang diketahui dan dialaminya.

"Saya hanya menjelaskan yang saya tahu dan saya alami. Di luar itu saya enggak mau (menjelaskan). Apalagi yang mengarah ke pendapat, saya tolak. Itu kan ranahnya ahli," tegasnya.

Dalam sidang, Ema sempat melontarkan pendapatnya saat ditanya soal penetapan Benny menjadi sekda. Menurutnya, saat itu bukan penetapan tapi usulan.

"Saya memaknainya berbeda, itu kan baru usulan. Kalau penetapan ada SK-nya, dan saya punya SK (pengangkatan sebagai sekda)," pungkas Ema.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR