NASA Benarkan Sabda Rasulullah, Matahari Bakal Terbit dari Barat

Ragam

Selasa, 3 September 2019 | 04:30 WIB

190902233959-nasa-.jpg

dokumen galamedianews.com

Ilustrasi.


HAMPIR 1.400 tahun lebih jarak kita dengan baginda Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah sangat jauh sekali. Semua hadist-hadist beliau mengenai datangnya kiamat terus saja terbuktikan oleh fakta-fakta ilmiah abad ini. Pembuktian sabda Nabi tersebut baik telah dibuktikan pada beberapa abad silam ataupun yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Ada sebuah tujuan tentunya mengapa Bagina Nabi menjelaskan tanda-tanda Kiamat, alasannya adalah agar semua umatnya lebih berhati-hati terhadap dunia yang usianya tidak akan lama, selain itu beliau juga menyarankan umatnya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar selamat dari bahayanya kiamat.

Rasulullah telah banyak memberikan isyarat kepada kita tentang hadirnya Yaumul ‘Iyd, yaitu hari penhancuran alam semesta yang telah dijanjikan Allah, salah satu diantara tanda-tanda yang disampaikan beliau ini adalah “Terbitnya Matahari dari Barat”.

Namun benarkah bahwa matahari akan timbul dari barat? Bagaimana penjelasan ilmiahnya? Bagaimanakah membuktikan hadist ini dengan kesimpulan riset oleh para ahli Astronomi?

Terkait tentang tanda munculnya Matahari dari pihak Barat sebagai tanda besarnya Hari Kiamat tersebut nyatanya telah diakui oleh NASA Amerika Serikat.

Rasulullah pada 1400 tahun yang lalu pernah bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari. Setelah itu, gerakan matahari kembali normal hingga terjadinya kiamat.

Fenomena alam itu dibenarkan oleh seorang ilmuwan dan peneliti NASA, Demitri Bolykov, yang menyebut pergerakan bumi tiap tahun bertambah cepat dan pada suatu saat akan mengakibatkan dua kutub magnet (poros) bumi berganti tempat.

Bolykov menyebut “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Dan saat itulah matahari akan terbit (keluar) dari arah Barat!

Temuan itu terjadi saat Bolykov bergabung dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Penelitian dilakukan pada sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori tentang perputaran bumi dan porosnya.

Peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan dan ditempatkan pada badan bermagnet yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Menurut Bolykov, pada realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya.

Gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari.

Atas dasar ini posisi dan arah kutub utara bergantung. Balykov mengklaim telah dilakukan berulang penelitian bahwa kutub magnet bumi mulai tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun.

Namun pada tahun-tahun terjadi kecepatan hingga 40 km dalam setahun.

Bahkan pada tahun 2001 silam, diketahui kalau kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.

“Berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat dan akan menuju pada arah yang saling berlawanan. Bila itu terjadi, matahari akan terbit dari barat,” jelas Bolykov.

Balykov mengaku, temuan dan penelitian yang dia lakukan bersumber dari hadis Nabi Muhammad yang menyatakan suatu saat akan terjadi fenomena alam matahari akan terbit dari barat.

Menurut Balykov, dengan penelitian dan percobaan fisika yang dilakukannya, sangat besar kemungkinan hadis Nabi itu akan menjadi kenyataan, mengingat pergerakan poros bumi sudah mengalami pergerakan.

Diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.”

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR