Sopir Truk Nekad Bobol Ruko Penjual Handphone

Bandung Raya

Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:14 WIB

190825155419-sopir.jpg

Laksmi Sri Sundari


TERLILIT utang, seorang sopir truk proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) berinisal UH, nekat membobol salah satu ruko penjualan handphone (HP) di Jalan Kerkof, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat (16/8/2019) malam.

Namun nahas, aksi UH keburu ketahuan oleh tim Resmob Polres Cimahj yang tengah berpatroli. Saat itu pelaku baru saja membuka roling door dengan cara merusak kunci gemboknya.

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengungkapkan, pihaknya mengamankan pelaku yang tengah melakukan percobaan pencurian di sebuah ruko. Saat itu, katanya, tersangka tertangkap tangan sedang merusak kunci gembok dan kemudian membuka roling door.

"Pelaku ditangkap saat tim resmob sedang melakukan patroli. Pelaku tertangkap tangan sedang merusak kunci gembok roling door sebuah ruko," ujarnya di Mapolres Cimahi Jln. Amir Mahmud, Minggu (25/8/2019).

Sebelum menjalankan aksinya, pelaku sudah menyurvei terlebih dahulu ruko tersebut, dengan berpura- pura menjadi pembeli pada siang harinya. Layaknya orang yang hendak membeli HP, dia mengamati satu per satu HP yang ada di konter tersebut. Padahal tersangka sedang berupaya mengamati suasana dan kondisi kunci rooling door konter.

Menurut Yohannes, pelaku datang ke ruko malam hari, dan langsung merusak gembok menggunakan besi. Kemudian roling door dibuka dengan memakai kayu balok.

Dari tangan tersangka, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang dipergunakan tersangka dalam menjalankan aksinya, yakni alat pencokel besi berukuran 25 cm yang biasa dipergunakan untuk servis ban motor, kayu balok panjang 1 meter, kunci gembok dari rooling door yang dirusak, dan motor matic merek Yamaha Mio warna biru dengan nomor polisi D 5259 ZAT atas nama pemilik Siti Sopiah Saadah.

"Sejauh ini tersangka melakukan aksinya seorang diri. Tersangka dikenakan Pasal 363 KUH Pidana jo Pasal 53 Ayat 1 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," sebut Yohannes.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR