MUI Garut: Video Porno Bentuk Dekadensi Moral

Daerah

Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:48 WIB

190815204327-mui-g.jpg

batampost

Ilustrasi.


MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, menilai beredarnya video porno yang diperankan tiga pria dengan seorang wanita di Kabupaten Garut sebagai bentuk nyata dekadensi moral dan hilangnya rasa malu serta penurunan nilai moral dalam kehidupan masyarakat.    

“Ini jelas bentuk nyata adanya dekadensi moral mereka yang sudah tidak ada lagi rasa malu. Sementara malu itu sebagian daripada keimanan seseorang,” ujar Ketua MUI Garut, KH. Sirojul Munir, Kamis (15/8/2019).  

Menurut Ceng Munir (panggilan akrabnya), adanya dekadensi moral tersebut tidak hanya menjalar di kalangan generasi muda saja, namun juga sudah merasuki kalangan orang tua.

Ia mencontohkan, adanya sejumlah kejadian tak senonoh yang dilakukan orang tua di beberapa dearah yang terkadang tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Coba lihat di beberapa daerah, bagaimana sikap (tak senonoh) orang tua yang terkadang tidak memberikan contoh bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Ceng Munir, rendahnya pemahaman agama, diduga menjadi penyebab lain munculnya fenomena berkurangnya rasa malu di tengah kehidupan bermasyarakat tersebut.

“Memang ada pesantren dan DKM di tiap masyarakat, tapi masalahnya yang ngaji hanya santri saja, sementara generasi muda dari kalangan masyarakatnya ke mana ?,” ujarnya.

Munir pun berharap, dengan adanya kasus tersebut, bisa menjadi cambuk bagi semua pihak, terutama pemerintah dan lembaga berwenang lainnya. Menurutnya, semua pihak harus rempug untuk melakukan penyadaran terhadap masyarakat tentang pentingnya pendidikan moral.

“Ini sudah darurat moral terutama soal kesusilaan. Makanya sudah tidak bisa dibiarkan lagi,” katanya.

Selain itu, Ceng Munir juga meminta aparat penegak hukum, terutam pihak kepolisian agar memberikan hukuman yang berat kepada para pelaku asusila sebagai efek jera bagi warga.  

“Memang semuanya harus kerjasama lintas sektor. Tapi tindakan tegas juga tetap harus dilakukan untuk efek jera” ucapnya.

Ceng Munir menambahkan, adanya peran dari tokoh masyarakat dan agama di lingkungan sekitar agar lebih aktif dalam mengingatkan warga terkait pentingnya nilai moralitas dan kesusilaan juga akan berdampak pada warga.

“Saya yakin dengan semakin disampaikan (pesan moral), pasti memiliki dampak yang baik bagi warga,” katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR