Wali Kota Solo: DPRD Bukan Tempat Cari Uang

Nasional

Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:46 WIB

190814204924-wali-.jpg

Sebanyak 45 anggota DPRD Kota Solo secara resmi dilantik sebagai anggota legislatif periode 2019-2024


LEMBAGA legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bukan tempat mencari uang. Tetapi DPRD adalah tempat berjuang, untuk mengabdi dan melayani masyarakat.

Masalah tersebut disampaikan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam pelantikan sebanyak 45 orang anggota DPRD Kota Solo periode 2019-2024, di Graha Paripurna Gedung DPRD, Rabu (14/8/2019).

"Di sini yang ada hanyalah melayani, melayani, dan melayani. Jadi anggota DPRD harus dapat fokus dalam pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakat," katanya.

Wali Kota Solo minta, antara eksekutif dengan legislative dapat terjadi keseimbangan. Meskipun di DPRD Solo PDIP menguasai mayoritas kursi lembaga legislatif itu, dia berharap dewan memberi kritik dan saran yang membangun terhadap kebijakan Pemkot Solo.

“Tetapi mengkritik jangan asal kritik. Kritik harus disertai dengan solusi, karena yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi konkret,” tegasnya.

Pelantikan yang diawali dengan pembacaan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 170/55 Tahun 2019, tentang peresmian, pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Kota Solo, dilanjutkan dengan pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD yang dipimpin Kepala Pengadilan Negeri Surakarta, Krosbin Lumban Gaol.

Setelah pelantikan dan penandatanganan berita acara yang dihadiri jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) Kota Surakarta, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo dan lain-lain, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyematkan pin kepada seluruh legislator.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Hadi Rudyatmo, menyatakan, anggota dewan yang telah mengabdi lebih dari satu periode diminta untuk memberikan teladan yang baik dan terus mendukung pembangunan Kota Solo. Sedangkan anggota DPRD yang baru diminta secepatnya beradaptasi dengan lingkungan baru lembaga DPRD.

Usai pelantikan, agenda pertama adalah penunjukan pemimpin DPRD sementara. Anggota DPRD dari PDIP, Teguh Prakosa dan Abdul Ghofar Ismail dari PKS, ditetapkan sebagai pimpinan sementara berdasarkan jumlah kursi terbanyak pertama dan kedua.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR